Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

DLHK Kabupaten Tangerang Pastikan Sungai Cimanceuri Tercemar Limbah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 12 Okt 2023 18:52 WIB
Rubrik Headline, Kabupaten Tangerang, Metro Tangerang
DLHK Kabupaten Tangerang Pastikan Sungai Cimanceuri Tercemar Limbah

HITAM: Air Sungai Cimanceuri di jembatan kawasan industri millenium perbatasan Cikupa dan Tigaraksa, terlihat menghitam, Rabu (11/10). (ALFIAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang memastikan air Sungai Cimanceuri telah tercemar limbah, baik rumah tangga ataupun industri. Pernyataan itu dikeluarkan berdasarkan hasil uji laboratorium air Sungai Cimanceuri yang dilakukan DLHK bersama tim laboratorium PT KehatiLab Indonesia.

Kepala Seksi Wasdal pada Bidang PPKL Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandy Nugraha mengatakan, bahwa pada 18 September 2023 lalu, pihaknya bersama tim laboratorium PT KehatiLab Indonesia telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Cimanceuri di dua titik. Satu di jembatan kawasan industri Millenium perbatasan Kecamatan Tigaraksa dan Cikupa, lalu titik kedua di Jembatan Kawidaran Kecamatan Cikupa.

Menurut Sandy, hasil lab di titik satu dinyatakan, melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Lalu, hasil lab di titik kedua juga menjadi dinyatakan melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan.

“Maka dapat dinyatakan, bahwa air Sungai Cimanceuri tercemar limbah. Karena diakibatkan banyaknya daerah permukiman dan kawasan industri, ” kata Sandy kepada Satelit News, Rabu (11/10).

Menurut Sandy, berdasarkan hasil lab, air Sungai Cimanceuri yang menghitam dikarenakan, debit air yang mengalami penyusutan. Sehingga menyebabkan banyak kandungan atau senyawa organik yang berasal dari limbah yang mengendap. Dan terjadi reaksi dari senyawa organik tersebut.

“Sehingga selain warna air menjadi hitam, juga biasanya disertai dengan aroma bau. Pasalnya, air tidak mengalir, ” tukasnya.

Baca Juga: Pascakebakaran TPA Jatiwaringin, DLHK Kabupaten Tangerang Semprot Eco Enzyme

Sandi juga menjelaskan, apabila ingin mengendalikan pencemaran Sungai Cimanceuri maka harus melibatkan banyak instansi. Karena, mulai dari hulu hingga ke hilir harus dilakukan pengawasan.

“Sebetulnya 70 persen, pencemaran terjadi dari kegiatan permukiman warga. Karena kalau dari kegiatan usaha, sudah banyak aturannya. Tinggal penegakannya saja, ” katanya.

BeritaTerbaru

Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Senin, 7 Sep 2026 08:22 WIB
Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya

Senin, 7 Sep 2026 08:06 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Senin, 7 Sep 2026 08:00 WIB

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Deden Umardhani menegaskan, apabila hasil uji lab ditemukan pencemaran oleh limbah maka DLHK harus melakukan investigasi tuntas sampai ditemukan dari mana saja sumber pencemaran tersebut. Dia juga menegaskan, bahwa pelaku pencemaran lingkungan harus diganjar dengan hukuman pidana yang tegas, sehingga membuat efek jera pelaku perusakan lingkungan hidup.

“Dan yang terpenting melakukan upaya penindakan tegas berdasarkan aturan hukum yang berlaku, bagi siapa saja pelaku pencemaran tersebut, bila perlu lakukan pencabutan ijin bahkan jika dimungkinkan lakukan upaya hukum pidana, karena apa yang sudah di lakukan tidak sederhana dampaknya tentang kerusakan lingkungan,” tegas Deden.

Menurut Deden, Pemerintah Kabupaten Tangerang harus hadir secara nyata dan berani dalam memberikan perlindungan bagi setiap warganya. Dia juga meminta, Kabupaten Tangerang agar tidak melakukan pembiaran terhadap warganya hidup dalam ancaman ekonomi dan kesehatan dampak rusaknya lingkungan.

“Masih setengah hati itu membuat resume hasil labnya. Dari hasil lab harusnya bisa mendeteksi potensi sumber pencernaan dari mana, ” katanya.

Baca Juga: DLHK Kabupaten Tangerang Dapati 31 Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi

Deden menduga, tercemarnya air Sungai Cimanceuri kemungkinan besar berasal dari industri. Pasalnya, sepanjang sungai tidak ada pemukiman padat, yang ada hanya kawasan padat industri.

“Disana tidak ada pemukiman padat, ” katanya.

Deden juga mengatakan, bahwa harus dilakukan kegiatan susur sungai. Agar, diketahui sumber-sumber limbah yang mencemari sungai diketahui semuanya.

“Selagi kemarau, harus dilakukan susur sungai. Nanti ketahuan, industri mana yang buang limbah ke sungai. Minta audit lingkungan terutama kawasan industri, ” tegasnya. (alfian)

Tags: dlhk kabupaten tangeranglimbahsungai cimanceuri
Share2TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
Kota Tangerang

Turidi Imbau Warga Tangerang Waspada Abu Vulkanik

Minggu, 6 Sep 2026 20:54 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)
Banten Region

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK
Kota Tangerang

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

15 Perusahaan Masuk Final Corporate Awards Kabupaten Tangerang Tahun 2026

15 Perusahaan Masuk Final Corporate Awards Kabupaten Tangerang Tahun 2026

Selasa, 1 Sep 2026 01:50 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:21 WIB

Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Minggu, 6 Sep 2026 15:02 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang DPUPR Kabupaten Serang, Fardianto. (ISTIMEWA)

Dongkrak Investasi, DPUPR Serang Dorong Perubahan Tata Ruang

Kamis, 3 Sep 2026 15:36 WIB
SUNGAI CIUJUNG : Kali Ciujung di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, mulai surut karena kemarau. Baru-baru ini, aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, berubah menjadi hitam karena dampak pembuangan limbah. (ISTIMEWA)

32 Perusahaan Di Banten Berstatus Tidak Taat Lingkungan

Senin, 31 Agu 2026 13:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.