SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gesmas), Rabu (18/10/2023). Tujuannya untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.
“Salah satu upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Sri Indriyani kepada Satelit News, Rabu (18/10/2023).
Sri Indriyani menjelaskan, upaya penurunan stunting di Kabupaten Tangerang telah dilakukan kepada masyarakat sejak dini, bahkan sejak si calon ibu ini masih dalam usia sekolah. Diantara caranya adalah melakukan skrining anemia kepada remaja putri, pemberian tablet penambah darah kepada remaja putri, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil, pemberian tablet penambah darah kepada ibu hamil, pemberian tambahan asupan gizi kepada ibu hamil, dilakukan pemantauan terhadap pertumbuhan balita, pemberian asi ekslusif kepada balita usia 6 bulan, pemberian MP-ASI kepada balita usia 6 hingga 23 bulan, pemberian asupan gizi tambahan kepada balita kekurangan gizi, dan pemberian imunisasi lengkap kepada balita.
“Ada 11 capaian, untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah, kasus stunting terus menurun di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Kata Indriyani, untuk menurunkan stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus menggalakan sanitasi. Di tahun 2023 ini capaian akses sanitasi sudah mencapai 89,21%.
Tak hanya itu, Pemkab Tangerang melalui Dinas Kesehatan pun memiliki terobosan baru untuk menurunkan kasus stunting, yaitu program calon pengantin keadaan sehat prima, yang disingkat menjadi Catin Kasep.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Mulai Intervensi Balita Bermasalah Gizi di Serpong
Dalam program tersebut, para calon pengantin diberikan pelayanan kesehatan pra nikah, dan penyuluhan untuk mempersiapkan diri menuju kesehatan yang prima agar dapat merencanakan keluarga sebaik mungkin.
“Program ini tentunya sangatlah baik dan bermanfaat untuk para calon penganting sehingga menciptakan keluarga yang sehat, cerdas dan bebas stunting,” katanya.
Upaya-upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan, kata Indriyani, berlandaskan dengan Perpres No 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan stunting. “Penurunan stunting tentunya seirama dengan program Pemerintah Pusat dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Meski demikian, Indriyani mengaku masih mendapat kendala dalam pengentasan stunting di Kabupaten Tangerang. Diantaranya masih adanya masyarakat yang belum datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang si balita, perubahan pola asuh orang tua kepada anak masih terbilang sulit, karena masih banyak masyarakat yang percaya dengan hal-hal mitos.
“Memang masih ada beberapa kendala, maka dari itu, untuk mengentaskan stunting di Kabupaten Tangerang kita gandeng ulama dan ormas dalam mengkampanyekan Germas,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH Uwes Nawawi mengatakan, mengkampanyekan gerakan pola hidup sehat sangatlah bagus dan positif untuk menciptakan tatanan masyarakat yang sehat dan cerdas. Menurutnya, tanpa harus diminta para ulama di Kabupaten Tangerang selalu mengkampanyekan hal tersebut, karena memang sesuai dengan ajaran agama Islam, dimana setiap umat muslim wajib menjalankan pola hidup sehat dan bersih.
Baca Juga: Peringati Milad MUI ke 51, MUI Kabupaten Tangerang dan Bupati Luncurkan Muallaf Center
“Sehingga menciptakan generasi yang unggul, sehat, kuat, cerdas, dan bersih. Tentunya terbebas dari stunting. Para ulama tidak perlu diminta, sudah secara masif menyampaikan hal itu, saat pengajian, syukuran, tahlilan, dan sebagainya,” tukasnya. (ADV)
























