SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, menyebut keberadaan petani saat ini semakin berkurang.
Penyebabnya, banyak yang tertarik bekerja di perusahaan, sehingga pertanian tidak dilirik.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, berdasarkan hasil survei pertanian tahun 2023 merilis jumlah petani di Kabupaten Serang berkurang 4,16 persen dalam rentang 10 tahun sejak 2013. Ada banyak faktor yang menyebabkan jumlah petani di Kabupaten Serang berkurang.
Diantaranya, banyak yang tertarik bekerja di perusahaan, sehingga pertanian tidak dilirik.
Oleh karena itu kata Suhardjo, kedepan pihaknya akan mencoba memberikan penyuluhan kepada kaum milenial agar bisa bertani. Apalagi saat ini petani tidak harus membawa cangkul dan ber kotor kotoran.
“Sekarang ada alat modern traktor, combine itu yang harus disosialisasikan. Jadi image anak muda petani itu kotor kotoran bermain dengan lumpur bawa cangkul, sabit, padahal sudah banyak teknologi lebih canggih tanpa harus ber kotor kotoran,” kata Suhardjo, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Kabupaten Serang Mendapat Kuota Bantuan Beras dari Pusat 850 Ton
Selain petani berkurang, Suhardjo juga mengungkapkan bahwa jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Serang hanya ada 138 orang. Sementara, desa yang ada di Kabupaten Serang 326 desa. Sehingga satu penyuluh, memegang tiga desa.
“Ini yang kita harapkan ada penambahan jumlah penyuluh baik PPPK, maupun PNS nya diharapkan kedepan ada penambahan. Penyuluh dibagi masing masing bpp, kita setiap kecamatan ada BPP disitu tempat penyuluh bermarkas,” ujarnya
Kemudian terkait jumlah luasan lahan pertanian, Suhardjo menyampaikan jumlahnya mulai berkurang karena adanya alih fungsi lahan. Berdasarkan data BPS ada penurunan sekitar 1.000 hektare.
“Itu data BPS tapi belum dirilis. Jumlah penduduk kita semakin meningkat lahan pertanian berkurang, tantangan kita supaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang ada. Solusinya meningkatkan produktivitas nya, kita semakin intensifkan produksi nya supaya kebutuhan pangan tetap terpenuhi. Berkurang sekitar 1.000 Hektare, itu alih fungsi jadi perumahan, pabrik dan lainnya itu di luar LP2B,” paparnya. (sidik)

















