SATELITNEWS.COM, SERANG – Harga cabai di pasar tradisonal yang ada di Kabupaten Serang, sudah tiga minggu ini melambung tinggi. Penyebab kenaikan tersebut, karena kemarau panjang yang terjadi disejumlah daerah, sehingga banyak lahan pertanian yang dilanda kekeringan.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, harga cabai yang masih melambung tinggi antara lain cabai keriting Rp70.000 per kilogram, cabai merah besar biasa Rp65.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, pihaknya rutin melakukan pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar pasar tradisonal yang ada di Kabupaten Serang.
Namun sudah tiga minggu ini, harga kebutuhan pokok yang masih tinggi adalah cabai.
“Menjelang akhir tahun ini kita berhadapan dengan nataru (Natal dan Tahun Baru), untuk kondisi sembako itu banyak (yang stabil,red), tapi yang masih terjadi kenaikan itu cabai,” kata Titi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/11/2023).
Titi menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya di hilir dari sisi pedagang dan ketika audiensi dengan para pedagang, terdapat pembatasan penebusan cabai. Adapun penyebabnya karena stok terbatas akibat adanya kemarau.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
“Sebelum kenaikan memang posisi jenis cabai yang ada dipasaran itu lebih kecil, menurut informasi dari pedagang katanya petani daripada mereka jatuh (merugi) karena kekeringan, mereka panen paksa,” tuturnya.
Titi mengungkapkan, normalnya harga cabai itu diangka Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram. Namun Titi mengaku, belum mengetahui sampai kapan harga cabai ini akan kembali normal.
“Kalau jenisnya ada stokis rekanan seperti beras, kami mungkin bisa melakukan operasi pasar, tapi kalau dari sisi pertanian ada baiknya ditanyakan ke dinas pertanian, apakah dari sisi petani ada yang sudah melakukan swasembada, jadi kita bisa mintakan produknya untuk dijadikan operasi pasar,” pungkasnya. (sidik)
























