SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, memberikan bantuan benih unggul untuk 79 hektare lahan pertanian yang terkena puso dan tidak terdaftar sebagai peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Selain itu, 286 hektare lahan pertanian lainnya yang terkena puso, akan segera mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat karena terdaftar dalam program AUTP. Ratusan hektare lahan tersebut gagal panen atau puso akibat kemarau panjang yang melanda Pandeglang.
Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, secara keseluruhan ada seluas 365 hektare lahan pertanian di Pandeglang yang gagal panen akibat kemarau panjang. Dari lahan seluas itu, hanya 79 hektare lahan milik petani padi yang akan mendapatkan bantuan benih karena tidak terdaftar sebagai peserta AUTP.
“Kalau lahan yang terkena puso akibat kemarau itu ratusan hektare, tetapi yang mendapatkan bantuan benih unggul hanya 79 hektare. Kenapa? Karena mereka tidak ikut asuransi AUTP, makanya kita berikan benih unggul kepada mereka,” kata Nasir, Senin (13/11/2023).
Nasir mengatakan, dari 365 hektare lahan yang mengalami gagal panen tersebut, ada sebanyak 286 hektare lahan milik petani yang masuk dalam asuransi padi.
Artinya, para petani tersebut akan mendapatkan premi asuransi sebanyak Rp6 juta untuk satu hektare lahan atau disesuaikan dengan luasan lahan yang mengalami gagal panen.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Ada ratusan hektare sawah yang terkena puso, tapi sebagian besar telah mengasuransikan sawahnya sehingga bisa mendapatkan pergantian kerugian. Besaran ganti rugi berbeda-beda, tergantung luasan lahan yang dimiliki para petani,” tambahnya.
Nasir mengaku, saat ini pencairan bagi peserta program AUTP masih dalam proses oleh Pemerintah Pusat. Apabila tidak ada halangan, dalam waktu dekat asuransi tersebut bisa langsung diberikan kepada para petani.
“Sekarang dalam proses pencairan atau ganti rugi. Bantuan ini hanya berlaku bagi petani padi peserta asuransi,” tandasnya.
Ditanya dampak gagal panen terhadap stok pangan di Pandeglang, Nasir mengakui hal tersebut tidak terlalu memberikan dampak atau tidak berpotensi krisis pangan. Hal itu karena, pihaknya masih memiliki cadangan beras di gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) sebanyak delapan ribu ton.
“Kalau sampai krisis pangan enggak sampai situ. Karena kita punya cadangan pangan sampai enam bulan kedepan. Kalau kita hitung, cadangan pangan itu cukup sampai bulan April 2024 nanti. Jadi masih amanlah untuk cadangan pangan kita walaupun banyak yang mengalami puso,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Haerulsamsi menyarankan agar instansi terkait bisa mengoptimalkan program AUTP tersebut.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
Tujuannya, agar para petani yang mengalami gagal panen, bisa mendapatkan bantuan sebagai upaya menekan kerugian.
“Petani di kita kan banyak, nah kalau bisa semua petani itu bisa masuk dalam program asuransi. Kalau memang masih sedikit, cari persoalannya apa? Kemudian buat solusinya. Supaya, para petani kita bisa ikut program asuransi itu, jadi enggak merugikan petani juga,” imbuhnya. (mg4)
























