SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang diminta bekerja secara cerdas dan ikhlas.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, saat peluncuran aplikasi TransDigi dan Simata di Gedung Serba Guna (GSG), Tigaraksa, Senin (21/11).
Maesyal Rasyid mengatakan, saat ini masyarakat sudah memasuki era digitalisasi, maka dari itu ASN Kabupaten Tangerang dituntut untuk bekerja secara cerdas, ikhlas, dan tuntas. Untuk mendorong hal tersebut agar bisa terealisasi secara sempurna, Pemkab Tangerang meluncurkan sebuah inovasi baru berbasis digital, yaitu TransDigi dan Simata yang berbentuk sebuah aplikasi. Nantinya, aplikasi TransDigi ini akan memudahkan ASN dalam melakukan aktivitas dan prestasi kinerja.
“Terlebih penerapan sistem meritokrasi sudah dijalankan. Digitalisasi harus bisa meningkatkan inovasi dan disiplin pegawai. Jangan sampai sistem yang bagus membuat malas ASN, terlebih saat melaksanakan apel pagi,” kata pria yang akrab disapa Rudi Maesyal kepada Satelit News, Selasa (21/11).
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan menambahkan, aplikasi TransDigi ASN Gemilang merupakan kepanjangan dari (Transformasi Digital Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang) dan SIMATA merupakan (Sistem Management Talenta).
Hendar menjelaskan, TransDigi ASN gemilang ini merupakan salah satu informasi yang mengintegrasikan aplikasi layanan kepegawaian yang ada dalam satu portal kepegawaian, dengan memanfaatkan one big data ASN nasional berarsitek teknologi, informasi, komunikasi berbasis sisi merit.
“Inovasi ini adalah hasil kolaborasi yang sangat aktif, yang sangat baik, antara BKPSDM dengan Diskominfo Kabupaten Tangerang,” jelas Hendar.
Sementara Sistem Management Talenta (Simata) ini bertujuan, untuk melalukan proses penyeleksian talenta dan penyeleksian ASN di lingkup Kabupaten Tangerang yang dilakukan melalui aplikasi yang indikatornya duq yaitu, kompetensi dan kinerja.
Nantinya, kata Hendar, setiap ASN akan ditempatkan ke dalam 9 kota yang masing-masing kota tentunya ada rekomendasi yang bisa diberikan kepada ASN yang bersangkutan. Menurut Hendar, aplikasi Simata ini sangat logis dan bermanfaat untuk memilih para ASN terbaik dalam rangka menduduki jabatan-jabatan promosi di setiap perangkat daerah.
“Kedepannya, InsyaAllah kalo perangkat yang lain sudah siap pengisian JPTP tidak lagi memerlukan sistem open bidding, kita menggunakan aplikasi sistem merit yang tadi termasuk pengisian untuk jabatan-jabatan eselon 3, dan eselon 4 akan ambil data dari hasil SIMATA tadi,” katanya. (alfian/aditya)