Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Menteri Pertahanan Tegaskan Tak Ada Izin Lintas Udara

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 19 Mei 2026 16:38 WIB
Rubrik Nasional
Menteri Pertahanan Tegaskan Tak Ada Izin Lintas Udara

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sesaat sebelum dimulai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Raker membahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global dan Pasukan Perdamaian di Timur Tengah. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan Indonesia belum memberikan komitmen izin lintas udara bagi Amerika Serikat (AS), meski kedua negara telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dalam kerja sama pertahanan pada April 2026.

Menurut Sjafrie, dokumen yang diteken bersama pemerintah AS itu hanya berupa pernyataan minat untuk membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut, bukan Letter of Commitment yang mengikat secara hukum.

“Ini adalah letter of intent, bukan letter of commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara. Kami mempertahankan konstitusi dan kepentingan nasional,” kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Penjelasan itu disampaikan menyusul polemik mengenai isu izin lintas udara AS di wilayah Indonesia setelah penandatanganan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara Indonesia dan AS di Pentagon.

Sjafrie menjelaskan, pembicaraan mengenai kemungkinan akses lintas udara bermula dalam pertemuan bilateral empat mata dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di sela ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Plus 2025.

Saat itu, kata dia, Hegseth menyampaikan dukungan terhadap strategi pertahanan Indonesia yang bersifat defensive active atau pertahanan defensif aktif.

BeritaTerbaru

Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB

“Dia memahami bahwa Indonesia tidak ofensif, hanya menjaga wilayah dan rakyatnya sendiri, serta siap mempertahankan diri bila diserang,” ujar Sjafrie.

Dalam pembicaraan tertutup tersebut, Hegseth kemudian menanyakan kemungkinan AS melintas di wilayah udara Indonesia untuk keperluan tertentu yang mendesak dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

Sjafrie mengaku tidak langsung memberikan jawaban karena harus melaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Panglima Tertinggi TNI.

“Saya jawab, walaupun ada harapan, saya harus lapor kepada Presiden saya karena beliau Panglima Tertinggi TNI,” katanya.

Pembahasan itu berlanjut pada Februari 2026 ketika AS mengirim special assistant untuk membawa surat usulan pembicaraan kemungkinan overflight atau lintas udara. Namun, Sjafrie menegaskan proses tersebut masih sebatas pembahasan awal. “Membahas, bukan menentukan,” ujarnya.

Setelah pembahasan antartim dilakukan, Sjafrie memenuhi undangan ke Pentagon pada April 2026. Dalam kunjungan itu, kedua negara menandatangani LoI terkait pembahasan mekanisme kerja sama.

Menurut Sjafrie, isi LoI menekankan penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan teritorial masing-masing negara, serta perlunya mekanisme dan standard operating procedure (SOP) yang sesuai dengan hukum masing-masing negara.

“Jadi belum ada keputusan ataupun komitmen yang mengikat,” katanya. Kerja sama pertahanan Indonesia dan AS tetap berlandaskan prinsip mutual benefit dan mutual respect.

Selain membahas kemungkinan lintas udara, Sjafrie mengatakan AS juga meminta bantuan Indonesia dalam pencarian dan pemulangan sisa jenazah tentara AS yang hilang saat Perang Dunia II di Pulau Morotai, Maluku Utara.

“Jadi kita membantu penanganan sisa jenazah personel dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara, dan pembiayaannya dari pihak Amerika,” ujarnya.

Sjafrie juga mengungkapkan dirinya sempat terkejut ketika diundang ke Pentagon. Ia mengaku selama puluhan tahun termasuk dalam daftar larangan masuk AS karena pernah bertugas sebagai prajurit pasukan khusus di Timor-Timur.

“Seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas di Timor-Timur dulu sempat di-banned,” katanya.

Namun, menurut Sjafrie, Hegseth menyampaikan larangan tersebut sudah dicabut sehingga dirinya akhirnya dapat berkunjung ke AS pada April lalu.

Polemik mengenai izin lintas udara mencuat setelah sejumlah media asing memberitakan adanya izin terbang massal bagi pesawat militer AS di wilayah Indonesia. Kementerian Pertahanan menegaskan dokumen blanket overflight clearance yang menjadi sorotan masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.

Isu izin lintas udara menjadi sensitif karena berkaitan dengan posisi politik luar negeri bebas aktif Indonesia di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. MDCP sendiri disebut sebagai kerangka panduan untuk memperkuat kerja sama pertahanan bilateral Indonesia-AS sekaligus menjaga stabilitas kawasan. (rmg/xan)

Tags: amerika serikatizinMenteri Pertahananudara
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu
Edukasi

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
370930
Edukasi

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat
Nasional

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Tinggal Tunggu Dua Final

Arsenal Menunggu Dua Partai Final

Selasa, 19 Mei 2026 17:09 WIB
Pemilihan Duta Genre Kabupaten Pandeglang.(ISTIMEWA)

DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Gelar Pemilihan Duta Genre

Senin, 18 Mei 2026 18:00 WIB
Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan

Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan

Selasa, 19 Mei 2026 09:15 WIB
Sekwan Kabupaten Pandeglang Suaedi Kurdiatna (kanan), mendampingi Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang TB.A.Khatibul Umam (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang MM. Fuhaira Amin, dalam sebuah kegiatan beberapa hari lalu. (ISTIMEWA)

Pimpinan DPRD Masih Enggan Ungkap Sosok Sekwan Pengganti Suaedi

Senin, 18 Mei 2026 14:32 WIB
407 Pelajar SD dan SMP di Lebak Adu Prestasi dalam Ajang O2SN

407 Pelajar SD dan SMP di Lebak Adu Prestasi dalam Ajang O2SN

Senin, 18 Mei 2026 18:59 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.