Jumat, 11 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia Tolak Nyamuk Wolbachia

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 28 Nov 2023 17:02 WIB
Rubrik Kota Tangsel, Metro Tangerang
Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia Tolak Nyamuk Wolbachia

TOLAK NYAMUK WOLBACHIA: Ahli Epidemiologi Tifauzia Tyassuma menggelar pertemuan di salah satu rumah makan di kawasan Cirendeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (26/11) malam. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia menolak proyek penyebaran nyamuk Wolbachia di Jakarta. Penyebaran telur nyamuk secara massal ini direncanakan akan dilakukan pada awal Desember 2023. Nantinya telur nyamuk yang terinfeksi bakteri wolbachia digadang-gadang bisa menekan angka penyakit DBD.

Gerakan tersebut menggelar pertemuan di salah satu rumah makan di kawasan Cirendeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (26/11/2023) malam. Ahli Epidemiologi Tifauzia Tyassuma mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah dalam melepaskan jutaan nyamuk merupakan hal keliru untuk menekan angka penyakit DBD.

“Ini adalah isu yang sesungguhnya harus diluruskan kepada masyarakat. Karena ini adalah sebuah projek penelitian dari satu institusi di Indonesia bekerjasama dengan lembaga lain,” ujarnya.

Menurut dia, jika terdapat satu penelitian yang nantinya akan dijalankan untuk masyarakat maka sangat diperlukan alasan transparansinya. Apalagi, penelitian itu sudah berjalan lebih dari 10 tahun.

“Sehingga ketika projek penelitian diberlakukan masyarakat harus tahu. Ini kan sudah 12 tahun berjalan mengapa masyarakat baru tahu,” kata dia.

Bahkan kata Tifauzia, penelitian tentang nyamuk yang terinfeksi bakteri wolbachia ini sudah dilakukan di berbagai negara sejak belasan tahun silam. Namun dirinya mengklaim jika upaya menekan angka DBD berhasil dilakukan.

Baca Juga: Dinkes Tangsel Canangkan 50 Persen RW Bebas Jentik Nyamuk DBD

“Di dunia ini kan sudah kurang lebih 15 tahun berjalan dan sudah ada bukti bahwa terdapat efek yang negatif. Bahwa di beberapa negara terhadap nyamuk itu melaporkan adanya peningkatan populasi nyamuk malaria. Dan juga ada peningkatan populasi nyamuk culex yang beresiko menjadi unang dari virus japanese enchepalitis,” ucapnya.

Menurut dia, di beberapa negara yang ada di dunia upaya menggunakan nyamuk yang terinfeksi bakteri walbhacia ini sudah tidak lagi dilakukan.

BeritaTerbaru

Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut

Kamis, 10 Sep 2026 22:58 WIB
Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Kamis, 10 Sep 2026 19:28 WIB
Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Kamis, 10 Sep 2026 19:23 WIB
Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Kamis, 10 Sep 2026 19:19 WIB

“Dan di beberapa negara mereka juga menyatakan tidak akan lagi melakukan penelitian ini. Kenapa kita tidak melakukan hal yang sama. Sebetulnya orientasinya kan nomer satu itu tentang pencegahan demam berdarah, masalahnya kan setelah 52 tahun itu penyakit DBD sudah sangat terkenal dari dulu yang menyebabkan kematian hingga 1 persen saat ini hanya 0,6 persen artinya sebetulnya dengan pengendalian diri dari masyarakat dan upaya bersama sebenarnya ini sudah cukup terkendali. Lalu kenapa sesuatu yang tidak menjadi masalah besar justru dinaikan lagi masalahnya dan sesungguhnya itu tidak perlu dilakukan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku untuk saat ini masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas dan mengerti untuk menjaga diri. Apalagi dalam projek penelitian ini tidak ada jaminan apapun jika nantinya akan menyebabkan masalah baru.

“Saya tidak pernah dengar selama 12 tahun ini ada asuransinya. Misalnya ada dimana masyarakat yang terinfeksi engga ada asuransi ya. Yang pasti yang harus kita lakukan adalah tolak dan hentikan projek penelitian ini di Indonesia. Sudah tidak perlu lagi mereka sudah melakukan penelitian selama 12 tahun ini sudah lebih dari cukup,” kata dia.

Tifauzia menambahkan, jika nantinya pemerintah tetap nekat melakukan upaya tersebut maka akan membuat dampak positif bagi kehidupan manusia.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut

“Itu terjadi ketidakseimbangan ekosistem. Ini kan sudah dikendalikan oleh hukum alam. Ketika kemudian di suatu daerah disebarkan nyamuk ratusan juta maka keseimbangan itu sontak akan tercederai kan artinya presure terhadap nyamuk nyamuk berjenis lain. Nanti akan melonjak jumlah nyamuk dan mungkin akan menjadi lebih berisiko menjadi penyakit lain,” pungkasnya. (eko)

Tags: bakteri wolbachiaGerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesianyamuk
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Headline

Culinary Day 2026 Hadir Meriahkan Tangerang 10K, 80 Tenant Siapkan Kuliner Khas Kota Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
Headline

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi
Kota Tangerang

Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi

Kamis, 10 Sep 2026 17:15 WIB
Warga Komplek Nusa Indah Tolak Pembangunan SMPN 25 Tangerang Selatan, Ini Alasannya
Kota Tangsel

Warga Bukit Nusa Indah Surati Wali Kota Tangsel Soal Penolakan SMPN 25

Kamis, 10 Sep 2026 17:07 WIB
Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi
Headline

Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi

Kamis, 10 Sep 2026 16:56 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

Rabu, 9 Sep 2026 22:56 WIB
Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik

Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik

Selasa, 8 Sep 2026 08:27 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
BAGIKAN MASKER -- Persit Cabang XXXIII Dim 0601 Koorcab Rem 064 PD III/Siliwangi, turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker secara gratis, Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

Persit Kodim 0601/Pandeglang Bagikan 1.000 Masker

Selasa, 8 Sep 2026 14:50 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.