SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mengunggulkan enam jenis investasi, yang bisa dimanfaatkan oleh para investor. Dimana sampai saat ini, peluang di keenam bidang itu masih terbuka lebar dari mulai Investasi bidang infrastruktur, industri area, kelautan dan perikanan, agriculture, pariwisata sampai renewable energy.
Dalam bidang infrastruktur, ada peluang investasi di Sport Center dengan nilai investasi mencapai Rp726 Miliar, total area 168 Hektar dengan skema bisnis KPBU.
Sport center sendiri merupakan proyek strategis khusus bidang olahraga, yang bersandar internasional, digunakan untuk even nasional dan internasional selain sebagai destinasi rekreasi olahraga terbesar di Provinsi Banten yang menawarkan berbagai venue olahraga, infrastruktur pendukung serta berbagai fasilitas hiburan dan rekreasi olahraga lainnya.
Kemudian Pelabuhan Cikeusik, yang merupakan pelabuhan terpadu karena cikeusik merupakan kawasan terpadu Banten Selatan.
Tercatat hingga tahun 2018, terdapat 2.154 atau 4,1 persen yang mempunyai kartu nelayan pemegang ketersediaan SDM di sana. Itu merupakan jumlah yang sangat besar.
Sementara kapasitas produksi diperkirakan mencapai 170 ribu Kg dengan biaya retribusi mencapai Rp344 Miliar lebih pertahun dengan total investasi sebesar $274 juta.
Baca Juga: 16 Jafung dan Lima CPNS Dilantik, Sekda Banten Ingatkan Integritas
Lalu Waduk Karian dengan total luas tampungan air 1.100 m3 yang mengaliri wilayah Tangerang, Jakarta, Serang, Cilegon dan Lebak Pandeglang. Sedangkan dalam bidang pariwisata ada pantai, situ, curug, arum jeram, desa wisata sampai kawasan taman hutan raya.
Dalam bidang renewable energy ada potensi listrik dari gas panas bumi di Kabupaten Lebak dan Serang, serta pembangkit listrik tenaga bayu di Kabupaten Lebak, panel surya modern di Cikande.
Pj Sekda Banten Virgojanti seusai mengikuti Banten Bussines Forum 2023 di Swiss Bell Hotel, Kota Tangerang Selatan. Selasa, (28/10/2023) mengatakan, Provinsi Banten memiliki posisi strategis dalam pelaksanaan investasi.
Selain dukungan infastruktur, industialisasi hulu dan hilir yang terus dipotimalkan serta dukungan kawasan industri memberikan tugas penting bagi Pemprov Banten dalam memfasilitasi Investasi.
“Memperbaiki regulasi di berbagai sektor, mempercepat waktu pelayanan, melakukan sosialisasi yang efektif terhadap regulasi, memberikan pelayanan online baik offline itu semua terus kita tingkatkan sebagai upaya pemerintah hadir untuk terus mendorong kemudahan berusaha,” jelasnya.
Dengan berbagai potensi, Pemprov Banten juga akan terus memaksimalkan pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan industri hulu dan hilir. Tidak hanya berfokus kepada industrialisasi migas dan logam, Virgo menyampaikan pihaknya juga akan mengupayakan hilirisasi berbasis potensi lokal dengan mengoptimalkan sektor pertanian.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
“Sesuai dengan arahan kementrian pertanian, kita juga ingin mendorong industrialisasi pertanian yang mana Banten memiliki potensi itu. Insya Allah kita akan kaji secepatnya sehingga sektor industrialisasi di Banten makin bertambah,”ungkapnya.
Virgo menyebutkan, berada pada posisi ke 5 secara Nasional, Investasi Provinsi Banten pada triwulan ke 3 mencapai Rp78,6 Triliun atau 131% dari target daerah tahun 2023 sebesar Rp 60 Trilliun. Yang mana capaian tersebut juga sudah mencapai 94,78% dari target Nasional tahun 2023 sebesar Rp82.97 Triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Tim Fungsi Perumusan Kanwil Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Muhammad Lukman Hakim menyampaikan kondisi perekonomian Provinsi Banten pada triwulan III 2023 tumbuh meningkat 4,97% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,76% (yoy).
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten didorong oleh terus tumbuhnya sektor Industri Pengolahan, sektor petrokimia, besi dan baja. Dimana hal tersebut juga didukung dengan optimisme masyarakat yang membaik,” ungkapnya.
Lukman juga menyebutkan, Provinsi Banten menjadi salah satu daerah favorit investasi. Dimana, nilai investasi Banten berasal dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA) dengan total Rp80,21 Triliun, yang mana PMA sebesar Rp52,48 Triliun dan PMDN sebesar Rp27,73 Triliun.
“Investasi Banten didominasi oleh sektor industri kimia dan farmasi dan perumahan. Dengan penanaman modal asing terbesar berasal dari Malaysia, Singapura dan Korea Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan situasi dan kondisi tersebut, menjadikan Provinsi Banten memiliki tingkat kemudahan investasi yang cukup tinggi. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor utama seperti perizinan dan dukungan infrastruktur.
“Sehingga per tanggal 26 September 2023 di Provinsi Banten telah terdaftar 274,266 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang mencakup 627,941 proyek se-Provinsi Banten,” pungkasnya. (luthfi)



















