SATELITNEWS.COM, LEBAK–Beban pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, meningkat tajam. Dalam sehari, jumlah pasien yang masuk bahkan mencapai 113 orang, jauh melampaui kapasitas ideal IGD yang hanya mampu menampung 29 tempat tidur (bed).
Lonjakan tersebut terjadi pada Jumat dan Sabtu lalu. Kondisi itu membuat pelayanan IGD harus bekerja ekstra untuk menangani pasien yang datang dengan beragam keluhan, mulai dari gangguan pernapasan, sakit perut hingga demam.
Plt Direktur RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan jumlah tersebut jauh di atas kondisi normal pelayanan IGD. “Fasilitas IGD yang seharusnya 29 bed. Biasanya kami menerima sampai 40 pasien. Namun, Jumat dan Sabtu kemarin sampai 113,” kata Firman, belum lama ini kepada wartawan.
Menurut dia, kepadatan pasien di IGD bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, jumlah pasien juga pernah menembus kisaran 91 hingga 93 orang dalam sehari. Firman menjelaskan, tidak seluruh pasien yang datang membutuhkan pelayanan kegawatdaruratan. Sebagian di antaranya masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas maupun klinik.
“Kalau ke IGD itu harusnya gawat darurat. Tapi ada pasien yang memang tidak gawat darurat, seperti pusing, pegal-pegal, panas atau demam baru satu-dua hari. Itu bisa dirawat di FKTP,” ujarnya.
Keluhan gangguan pernapasan, kata Firman, cukup banyak ditemukan, termasuk pada pasien anak. Namun, penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tidak otomatis masuk kategori kegawatdaruratan. Penanganan di IGD diperlukan apabila kondisi pasien menunjukkan gejala berat. Di antaranya demam tinggi yang berisiko menimbulkan kejang, sesak napas, bronkitis, bronkopneumonia hingga pneumonia.
Baca Juga: Layanan Kesehatan di Lebak Jadi Temuan BPK Banten
Dia memahami kekhawatiran orang tua ketika anak mengalami demam. Kondisi tersebut sering kali membuat orang tua memilih membawa anak langsung ke rumah sakit meski keluhannya masih memungkinkan ditangani di tingkat pertama. Karena itu, RSUD dr Adjidarmo mendorong puskesmas dan klinik di wilayah Rangkasbitung untuk memperkuat pelayanan sehingga pasien tidak seluruhnya tertumpuk di rumah sakit.
Sistem pelayanan di IGD sendiri telah menerapkan pemilahan berdasarkan tingkat kegawatan pasien melalui jalur hijau, kuning dan merah. “Yang kegawatdaruratan itu jalur kuning dan merah. Kalau jalur hijau biasanya pasien yang sebetulnya masih bisa ditangani di level fasilitas kesehatan tingkat pertama,” jelas Firman.
Dia berharap fasilitas kesehatan yang memiliki layanan rawat inap dapat mengoptimalkan kapasitasnya. Sementara puskesmas maupun klinik yang belum mempunyai pelayanan rawat inap didorong untuk mengembangkan layanan tersebut sesuai ketentuan.
“Kami berharap FKTP, baik klinik maupun puskesmas yang mempunyai rawat inap, bisa memaksimalkan layanan rawat inap. Bahkan yang belum mengadakan rawat inap diharapkan dapat membuka layanan tersebut,” katanya.
Menurut Firman, penguatan FKTP menjadi salah satu langkah untuk mengurangi konsentrasi pasien di rumah sakit. Dengan begitu, IGD dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan darurat.
RSUD dr Adjidarmo juga telah berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar Rangkasbitung ketika terjadi peningkatan jumlah pasien. Salah satunya Puskesmas Cipayung Mandala yang memiliki sekitar lima tempat tidur untuk pelayanan rawat inap. Fasilitas kesehatan lainnya juga diharapkan dapat memaksimalkan kapasitas sesuai kemampuan masing-masing. “Kalau semuanya bisa dimaksimalkan, tentu lebih nyaman,” ucapnya.
Baca Juga: PMI Banten Beri Penghargaan Terhadap Pendonor 50 Hingga 75 Kali
Kepadatan IGD tersebut turut dirasakan Yati, warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Ia mengaku sempat menjalani perawatan di IGD selama dua hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. “Sempat masuk IGD dua hari, alhamdulilah membaik dan dokter menyarankan untuk pulang. Sehingga tidak masuk ruangan,” ujar Yati.(mulyana)



















