SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kotak suara untuk kebutuhan Pemilu 2024 sudah dirakit KPU Lebak. Sejumlah warga yang dilibatkan pun mengaku senang karena bisa menambah penghasilan untuk menutupi kebutuhan hidup.
Rudi Siswayanto salah satunya. Warga Rangkasbitung yang diberi kepercayaan merakit kotak suara untuk Pemilu 2024 yang berada di gudang logistik milik KPU Lebak.
Rudi sapaan akrabnya ini kesehariannya hanya sebagai kuli serabutan. Upah yang didapatnya pun tidak seberapa bahkan jauh dari kata cukup.
Ia pun memutuskan ikut seleksi perakitan kotak suara yang dibuka KPU Lebak. Nasibnya beruntung dan melakukan pekerjaan. “Pertama kali ikut, dan alhamdulilah lolos. Ini berkah sekali buat saya dan keluarga,” kata Rudi, Jumat (29/12/2023).
Rudi tak berhentinya mengucapkan rasa syukur atas diterimanya menjadi bagian perakitan kotak suara. Sebab, hasil dari kuli serabutannya yang ditekuninya setiap hari kadang kala tak cukup untuk menutupi kebutuhan pokok keluarganya.
“Keseharian saya kerja serabutan. Penghasilan ya gak seberapa, makanya ikut ini (kuli perakitan kotak suara). Upahnya ya cukup sebulan mah untuk menutupi kebutuhan keluarga,” katanya
Baca Juga: Aplikasi Sileuit KPU Lebak Masih Terkendala Jaringan
Ketua KPU Lebak Ni’matullah mengatakan, ada 20.031 kotak suara yang akan dirakit dengan melibatkan sejumlah orang. “Alhamdulillah hasil rakor kemarin antara KPU, Bawaslu dan kepolisian, kami memulai apa yang sudah direncanakan di gudang logistik yakni perakitan kotak suara,” kata Ni’matullah.
Akan tetapi dari 20.031 kotak suara yang berada di gudang, proses perakitannya akan dilakukan secara bertahap. Kata Ni’matullah hal itu dikarenakan pihaknya harus melihat apakah ruang yang tersedia di gudang masih mencukupi.
“Perencanaan awal kami rakit 5.000 kotak karena harus dilihat kondisi kotak setelah dirakit, apakah masih memungkinkan ditambah atau tidak. Kalau masih banyak ruang kami tambah jadi 10 ribu kotak,” tutur Ni’matullah.
Bersamaan dengan perakitan kotak suara, KPU juga melakukan pengepakan peralatan-peralatan yang nantinya dibutuhkan dalam proses pungut hitung di tempat pemungutan suara (TPS).
“Terkait dengan kebutuhan logistik lain, kami masih menunggu amplop untuk wadah surat suara dan juga surat suara nya. Dua item itu yang belum kami terima,” ujarnya.
Lebih lanjut kata dia, kemungkinan logistik yang menjadi kebutuhan di TPS akan mulai didistribusikan oleh KPU secara berjenjang pada bulan Januari 2024.
Baca Juga: KPU Lebak Evaluasi Celah Sengketa Pilkada 2024
“Sesuai time line yang kami buat dan sudah dikoordinasikan dengan Bawaslu dan kepolisian, rencana awal distribusi logistik kalau semua sudah terpacking, jumlah dan jenisnya sudah tepat maka insya Allah akan kami geser di akhir Januari atau awal Februari,” jelasnya.(mulyana)
























