SATELITNEWS.COM, SERANG – Petugas penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yang tergabung dalam Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dihantui oleh ancaman penyakit gagal jantung. Akibat daya tahan tubuh yang menurun lantaran kelelahan yang berlebihan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Astuti yang berkaca pada Pemilu 2019 lalu, dimana banyak anggota KPPS di seluruh Indonesia yang mengalami nasib tragis akibat kelelahan yang berlebihan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang merenggut nyawa dalam upaya menjalankan tugas-tugasnya.
Ia mengatakan, kelelahan yang berlebihan dapat memicu terganggunya metabolisme tubuh dan berimbas pada terjadinya penyakit gagal jantung atau serangan jantung.
“Kita berkaca pada pemilu lima tahun yang lalu, di mana banyak petugas di TPS itu kelelahan hingga menyebabkan kematian. Maka kita berusaha untuk mengantisipasi itu agar tidak terulang kembali,” kata Ati saat ditemui wartawan, Senin (29/1).
“Yang sangat kita waspadai itu penyakit jantung atau serangan jantung. Karena, kelelahan yang berlebihan, kurangnya istirahat, dan asupan gizi seimbang memicu terjadinya gangguan metabolisme tubuh, tak terkecuali serangan jantung. Dan serangan jantung ini kalau tidak ditangani segera itu sangat berbahaya,” sambungnya.
Ati juga menjelaskan, masalah serangan jantung dapat menyerang segala usia, tidak melihat muda ataupun tua. Karena, menurutnya, bisa jadi seseorang yang awalnya terlihat sehat dan bugar, namun mengalami serangan jantung akibat kelelahan yang berlebihan.
Baca Juga: Bangun Jalan 18 Kilometer, Karya Bakti TNI Hubungkan Enam Desa di Pandeglang
“Bisa menyerang segala usia, karena kekuatan daya tahan tubuh seseorang kan beda-beda. Ada yang awalnya terlihat sehat, tapi tiba-tiba metabolismenya terganggu dan terjadi serangan jantung,” jelasnya.
Untuk itu, Ati mengimbau agar petugas di TPS dapat menjaga kesehatan dan pola makan yang baik. Ati mengatakan, istirahat yang cukup dan tidak terlalu memforsir tenaga juga perlu untuk dilakukan agar para petugas di TPS dapat terhindar dari kelelahan yang berlebihan.
“Artinya ketika petugas TPS ini sudah mulai bertugas, ini harus benar-benar bisa membagi tugasnya dengan baik. Harus menyadari diri bahwa dia bukan mesin, tentu harus ada jam kerjanya. Karena, kekuatan tubuh seseorang bisa mentoleransi kapan dia harus istirahat, jadi jangan terus dipaksakan sampai akhirnya harus begadang, karena kekuatan tubuh seseorang tidak sama,” tuturnya.
Lebih lanjut Ati menerangkan, selain tahu kapasitas daya tubuh, para petugas di TPS juga diimbau untuk mengkonsumi makanan dengan gizi yang baik dan banyak minum air putih.
“Jadi sebetulnya gak juga perlu vitamin, cuma harus makan yang cukup sama banyak minum (air putih, red), jangan kopi terus,” ujarnya.
Ati juga mengungkapkan, pihaknya telah mengkomunikasikan kepada jajaran Dinas Kesehatan kabupaten kota se-Provinsi Banten untuk mengaktifkan layanan kesehatan 24 jam di Puskesmas pada tanggal 14-15 Februari mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang mengancam kesehatan seseorang.
Baca Juga: Banten Masuk Lima Besar Investasi Nasional, Andra: Harus Berdampak
“Sudah kita arahkan, kita minta kepada jajaran di kabupaten kota melalui Surat Edaran (SE) untuk aktif selama 24 jam di tanggal 14 sampai 15 Februari itu. Dan kita juga minta agar ada yang bekerja secara mobile untuk mengontrol ke TPS di wilayah kerja masing-masing, mengantisipasi apakah ada petugas (di TPS, red) yang sakit selama proses pemungutan dan perhitungan suara,” katanya.
“Dan kemudian nanti akan kita pantau apakah surat edaran yang kami sampaikan dilakukan dengan baik atau tidak. Kita juga lakukan kerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan dari Polda Banten untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” sambungnya.
Terpisah, Ketua KPU Provinsi Banten, Mohamad Ihsan mengatakan bahwa untuk mengantispasi adanya kemungkinan buruk yang terjadi pada pemilu akibat kelelahan. Pihaknya saat ini mengupayakan untuk memberikan BPJS dan juga tengah berkomunikasi dengan pemerintah untuk bisa diberikan multivitamin.
Kemudian juga, pada Pemilu nanti, dia mengatakan bahwa di setiap TPS akan ada mesin untuk menggandakan atau untuk mengcopy data yang diperlukan dalam Pemilu, sebagai salah satu upaya mencegah angka kematian atau musibah yang sempat terjadi akibat kelelahan.
“Setiap anggota KPPS harus memastikan kesehatan. Kemudian, memaksimal waktu istirahat sebaik-baiknya, dan mengkonsumsi makanan yang sehat agar tenaganya bisa maksimal dalam Pemilu nanti. Ini makanya penting untuk sesama KPPS bisa saling bekerjasama untuk bergantian tugas. Kita juga meminta pada pihak kepolisian agar dokternya bisa diperbantukan untuk berjaga, jika terdapat hal-hal yang tidak dinginkan,” tandasnya. (bnn/aditya)





















