SATELITNEWS.COM, SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang melakukan simulasi pemungutan perhitungan perolehan suara, serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pemilu 2024 di TPS 31 Penancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang.
Dalam simulasi tersebut dikuti sesuai Data Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 209 pemilih. Selain itu, dalam simulasi itu dihadiri oleh para ketua serta anggota PPK dan PPS se-Kota Serang.
Kepala Devisi Teknis KPU Kota Serang Iip Patrudin mengatakan, KPU Kota Serang menggelar simulasi pemilihan dan pemungutan suara secara real time atau waktu yang sebenarnya mulai dari pendaftaran, pencoblosan, penghitungan hingga pada rekapitulasi surat suara pada pemungutan suara Pemilu 2024 secara serentak.
“Ini tujuannya mensosialisasikan kepada masyarakat Komplek dan Pedesaan cara memilih, dan sosialisasi penggunaan aplikasi Sirekap dan sosialisasi kepada pemilih Pemilu 2024 bahwasanya akan menggunakan lima surat suara,” katanya, Selasa (30/1).
Dirinya menjelaskan, bahwa simulasi dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan perhitungan lima surat suara hingga beres, dan hasilnya nanti dikirim menggunakan aplikasi Sirekap agar lebih cepat.
Iip menjelaskan, fungsi dan tujuan Sirekap ini untuk menyampaikan hasil penghitungan suara secara agar hasil dari pemilihan itu bisa dengan cepat diterima oleh KPU.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Lebak Tembus 77, Kebanyakan Muncul dari Medsos
Iip mengatakan, Sirekap ini sifatnya sebagai alat bantu KPU dalam menyampaikan hasil kepada Website KPU pusat. Dia mengungkapkan bahwa aplikasi Sirekap saat simulasi masih dalam perbaikan atau maintenance, jadi jika ada kendala, maka akan dilakukan Sirekap offline.
“Sirekap ini sebagai alat bantu mempercepat memberikan firm c hasil dan form c Salinan langsung ke KPU RI. Tapi karena saat ini penggunanya sedikit, alhamdulilah lancar. Tidak menemukan kendala. Namun, jika nanti ada kendala kita kembali ke manual,” ungkapnya.
Dirinya menuturkan, bahwa aplikasi Sirekap ini tidak berat, dan dapat digunakan pada handphone android biasa. Bahkan, pihaknya juga sempat menguji coba kepada belasan ribu petugas KPPS.
“Sebelumnya kita uji coba ke KPPS saat Bimtek di 13.139 petugas KPPS. Dan 1.877 TPS kita sudah coba dan alhamdulilah tidak ada kendala,” tandasnya. (bnn/aditya)





















