SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang hingga kini diklaim masih berada dalam tahap proses. Pemerintah Kota Tangerang belum menyampaikan perkembangan signifikan terkait pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, program PSEL masih berproses. Pernyataan itu disampaikannya saat dikonfirmasi mengenai perkembangan PSEL Kota Tangerang usai Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Rabu (7/10/2026). “Masih berproses,” ujar Yudi singkat saat ditanya SatelitNews.Com.
Pun ketika ditanya lebih lanjut mengenai tahapan maupun perkembangan terbaru program tersebut, Yudi belum memberikan penjelasan lebih rinci. “Belum. Masih berproses,” katanya singkat sebelum bergegas meninggalkan lokasi.
PSEL Kota Tangerang diketahui direncanakan dibangun di wilayah Jatiuwung. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan menggunakan lahan seluas 5 hektare. Luasan lahan itu rencananya ditambah 3 hektare untuk mengantisipasi kebutuhan pengembangan di masa mendatang. Dalam rencana sebelumnya, Pemkot Tangerang memilih meninggalkan skema aglomerasi dan lebih tertarik mengembangkan fasilitas PSEL secara mandiri.
Di sisi lain, pemerintah pusat menargetkan pembangunan fasilitas PSEL di sejumlah daerah terus dikebut. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas PSEL di 12 kota dapat dilakukan sebelum akhir 2026. “Kami yakin akan ada lagi groundbreaking waste-to-energy di 12 kota berbeda sampai akhir tahun ini,” kata Rosan dalam pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa.
Rosan mengatakan, pengembangan tersebut melanjutkan pembangunan fasilitas PSEL yang telah dimulai di Bali, Bekasi, dan Bogor. Menurutnya, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis 8–9 September
Rosan menilai investasi berkelanjutan dibutuhkan agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas. “Kita ingin selalu mempunyai investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah investasi yang sustainable, yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Tentunya ini adalah investasi yang berkualitas,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberlanjutan saat ini tidak lagi sekadar menjadi agenda lingkungan, tetapi juga telah menjadi bagian dari agenda ekonomi, industri, dan investasi nasional. Pengembangan PSEL sendiri dilaksanakan secara bertahap melalui Danantara Indonesia. Tiga fasilitas pada gelombang pertama, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya, telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. (made/rmg)




















