SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Menjaga kesehatan sejak usia muda tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan. Kondisi usus dan pola hidup secara keseluruhan turut menentukan kesehatan seseorang dalam jangka panjang.
Hal itu menjadi salah satu fokus dalam seminar kesehatan bertema “Healthy Gut, Healthy Future” yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang bersama Yayasan Amway Peduli di Aula Jenderal Sudirman, Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (7/10/2026).
Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Seminar menghadirkan Dr. H. Amir Ali, M.K.M.; Dr. Imas Yoyoh S., S.Kp., M.Kep.; Riana Nur Wulan; serta praktisi kesehatan Dr. Susi Liang sebagai narasumber.
Dr Susi Liang menjelaskan, faktor genetik bukan satu-satunya penentu kesehatan seseorang. Ekosistem bakteri baik di dalam usus atau microbiome memiliki peran penting dan kondisinya dapat dipengaruhi melalui pola hidup. “Gen dari orang tua tidak bisa kita ubah, tetapi kondisi mikrobiom usus bisa kita ubah dan perbaiki. Karena itu, risiko berbagai penyakit pada anak-anak dan remaja sebenarnya bisa dicegah sejak dini dengan menjaga kesehatan usus (gut health),” ujar Susi kepada awak media.
Menurut dia, kesehatan usus tidak berdiri sendiri. Pola hidup harus dijaga secara menyeluruh, mulai dari makanan, kecukupan air putih, aktivitas fisik, istirahat hingga pola pikir. Susi menganjurkan olahraga sedikitnya 150 menit per minggu yang dilengkapi latihan kekuatan (strength training) dua hingga tiga kali dalam sepekan. Istirahat yang cukup dan pengelolaan pola pikir juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Ia juga menyarankan pola makan seimbang dengan mengikuti panduan “Isi Piringku”, yang mencakup makanan pokok, protein, dan serat. Untuk usia remaja hingga dewasa atau 18 tahun ke atas, asupan protein disebut dianjurkan hingga sekitar 1,5 gram per kilogram berat badan per hari, disertai konsumsi sayuran dengan beragam warna.
Baca Juga: PMI Kota Tangerang dan Yayasan Amway Peduli Salurkan Bantuan Sekolah
Susi juga meluruskan anggapan bahwa makanan pedas atau sambal selalu menjadi penyebab gangguan pencernaan. Menurut Susi, yang perlu diperhatikan justru cara pengolahan sambal dan pola makan secara keseluruhan. Penggunaan minyak secara berlebihan saat menumis sambal serta porsi nasi yang terlalu banyak menjadi hal yang perlu diwaspadai. “Kalau dia makan cabai dengan sayur, daging, telur, tahu, tempe, tidak ada masalah,” katanya.
Sementara, Ketua Yayasan Amway Peduli Riana Nur Wulan mengatakan edukasi kesehatan kepada generasi muda telah dijalankan yayasannya sejak 2024. Program tersebut berfokus pada pola makan sehat serta gaya hidup sehat dan aktif. Saat ini, kata Riana, edukasi diarahkan pada kesehatan usus (gut health). Ia menyebut usus sebagai “otak kedua” setelah otak. “Apabila usus kita sehat, maka secara keseluruhan tubuh kita akan sehat,” katanya.
Sebelum berfokus pada edukasi, Yayasan Amway Peduli lebih dulu menjalankan program “The Power of Gut” sejak 2017. Program tersebut berupa intervensi bagi anak-anak bergizi kurang di sejumlah wilayah Indonesia melalui produk Nutrilite Little Bits.
Setelah berjalan lebih dari lima tahun, fokus program kemudian bergeser pada edukasi masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah tersebut ditujukan agar pemahaman mengenai pola hidup sehat terbentuk sebelum mereka memasuki fase menjadi orang tua. “Sebelum mereka menjadi orang tua yang melahirkan anak-anak, sudah kita berikan edukasi dulu agar mereka bisa melahirkan anak-anak yang sehat,” ujar Riana.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami kesehatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat berkontribusi dalam edukasi kesehatan ketika terjun ke masyarakat maupun dunia kerja. “Penyakit-penyakit yang nanti muncul pada usia muda itu bisa banget kita hindari, salah satunya lewat gut health ini,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Djumansyah mengatakan kolaborasi dengan Yayasan Amway Peduli merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya melibatkan mahasiswa dalam edukasi kesehatan masyarakat.
Baca Juga: PMI Tanam 25 Ribu Bibit Mangrove untuk Lindungi Pesisir Buru Selatan
“Nantinya para mahasiswa dapat bergabung dengan Yayasan Amway Peduli untuk bisa berkontribusi terhadap edukasi kesehatan, terlebih di UMT memiliki jurusan kesehatan masyarakat dan fakultas baru kedokteran,” ujarnya usai acara.
Melalui kolaborasi Fakultas Ilmu Kesehatan UMT, PMI, dan Yayasan Amway Peduli tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, termasuk kesehatan sistem pencernaan, sejak usia muda. (made)




















