SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, Nunung Nur Azizah, menyebut dari 35 Kecamatan se-Kabupaten Pandeglang, 9 Kecamatan diantaranya tergolong rawan banjir saat hari pemungutan suara, 14 Februari 2024 nanti.
Katanya, 9 kecamatan itu yakni, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Sindangresmi, Panimbang, Munjul, Angsana, Sumur, dan Labuan.
“Bercermin dari data tahun 2020 lalu, dan pengalaman sebelumnya, ada 9 kecamatan yang dianggap rawan bencana saat pemungutan suara,” kata Nunung, kepada awak media.
Menurutnya, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Apabila pada pelaksanaan pemungutan suara terjadi banjir, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBDPK antisipasi soal penyediaan perahu karet untuk penjemputan pemilih ke TPS.
“Jika ada lokasi tergenang air, becek dan akan menghambat masyarakat untuk datang ke TPS, maka akan akan direlokasi,” tandasnya.
Baca Juga: Mantapkan Persiapan Pemilu Mendatang, KPU Pandeglang Gelar Rakor Kajian Teknis
Bahkan tambahnya, KPU juga sudah membuat kebijakan ketika TPS tidak layak jadi lokasi pemungutan suara, petugas bisa menggeser TPS sejauh 50 meter dari titik awal.
“Jumlah TPS yang berada di daerah rawan banjir, sedang dalam pemetaan. Jauh hari sebelumnya, sudah diingatkan agar pemilihan TPS dilakukan di tempat aman dari banjir,” tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengungkapkan, ada beberapa langkah antisipasi untuk menanggulangi situasi itu.
“Salah satu yang disiapkan yaitu, mendekatkan TPS dengan bangunan. Sehingga, bila terjadi hujan deras dan menyebabkan banjir, bisa langsung dialihkan,” harapnya, sambil mengaku sudah berkoordinasi dengan KPU setempat. (mardiana)
























