SATELITNEWS.COM, SERANG – Sejumlah nama baru berpotensi menggeser petahana di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten satu atau Kota Serang untuk kursi DPRD Provinsi Banten, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 ini.
Meski demikian, masih ada beberapa petahana yang diprediksi masih bertahan mengingat adanya tambahan jumlah kursi yang semula lima menjadi enam.
Sejumlah wajah baru yang berpotensi mendapat kursi di DPRD Banten itu yakni Muhammad Nasir dari PDIP. Jasmarni dari Nasdem yang menggantikan kursi Furtasan Ali Yusuf serta Sandy Bela Sakti dari PAN. Kemudian Mandalika dari partai Gerindra yang menggeser petahana Encop Sopia.
Sedangkan pendatang baru yang berpotensi melaju ke senayan Dapil Banten II yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon yakni Annisa M.A Mahesa dari partai Gerindra. Annisa menggantikan kursi ayahnya Desmon J Mahesa yang meninggal beberapa waktu lalu.
Lalu ada Edison Sitorus dari PAN yang berpotensi menumpangkan petahana rekan sepertinya yang sudah malang-melintang di senayan yakni Yandri Susanto. Yandri berada pada posisi jumlah suara terbanyak kedua di partainya.
Di Dapil Banten II, partai besutan Julkifli Hasan itu sampai saat ini masih mengantongi suara yang paling banyak, sehingga jika jumlah selisinya bisa lebih diperbaharui dari partai lainnya, bisa dimungkinkan mendapatkan dua kursi.
Baca Juga: DPRD Banten Desak Pemprov Segera Serahkan KUA PPAS Perubahan
Wajah baru terakhir yakni Furtasan Ali Yusuf dari partai Nasdem yang berhasil merebut kursi Nuraini dari partai Demokrat.
Berdasarkan pantauan dari laman website resmi KPU yakni pemilu2024.kpu.go.id yang update pada 17 Februari 2024. ada enam besar Partai Politik (Parpol) dengan perolehan suara terbesar yakni diurutan pertama ada PDIP dengan total suara yang masuk mencapai 2.562 suara, lalu disusul PKS dengan total 2.533 suara.
Urutan ketiga ada Partai Golkar dengan 1.871 suara, keempat ada PAN dengan 1.633 suara, peringkat kelima ada Partai Nasdem 1.480 suara dan terakhir ada Partai Gerindra dengan total suara sebanyak 1.479.
Pada Pileg 2019, Dapil Banten I ini hanya mendapatkan 5 kursi dari total 85 kursi di DPRD Banten yang diisi oleh partai Gerindra yakni Encop Sopia, Golkar Tegus Ista’al, PKS Juheni M Rois, Nasdem Furtasan Ali Yusuf dan PPP Agus Efendi. Namun pada Pileg 2024 ini bertambah menjadi 6 kursi seiring dengan bertambahnya jumlah kursi di DPRD Banten menjadi 100 kursi.
Jika mengacu pada perolehan enam besar suara Parpol di atas, maka akan ada beberapa wajah baru yang berpotensi menggeser kursi petahana. Misalnya saja PDIP yang meraih suara peringkat pertama dipastikan mendapat satu kursi kepada Caleg dengan jumlah suara terbanyak atas nama Muhammad Nasir yang berada pada posisi nomor urut 2 dengan jumlah suara sebanyak 840. Jumlah itu sampai saat ini masih bersaing ketat dengan rekan sepertinya yakni Nia Purnama Sari sebanyak 799 suara.
Lalu untuk Caleg PKS yang berpotensi mendapatkan kursi masih dipertahankan oleh petahana yakni Juheni M Rois dengan jumlah suara mencapai 1.432, jauh meninggalkan posisi suara keduanya yakni Ei Nurul Khotimah dengan perolehan 400 suara saja.
Baca Juga: Rizki Natakusumah Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Juheni M Rosi, saat dikonfirmasi mengaku optimis bisa kembali duduk di DPRD Provinsi Banten. Sebab meski penghitungan suara masih dilakukan oleh timnya namun sebagian besar suara yang diperoleh sudah sebagian besar diketahui.
“Saya di Kelurahan Unyur saja 4.165 dari 122 TPS, sisa 4 TPS lagi,” kata Juheni, Minggu (18/2/2024).
Dengan perolehan suara sementara itu yang tinggi Juheni masih optimis PKS akan kembali menyumbangkan satu kursi di DPRD Provinsi Banten. “Insya Allah,” katanya optimis.
Selanjutnya ada Agus Ista’al, petahana yang berpotensi masih bisa mempertahankan kursinya di Partai Golkar. Dari jumlah perolehan suara partainya sebanyak 1.871, Agus menyumbangkan sebanyak 1.148 suara disusul kemudian oleh Mandalika sebanyak 904 suara.
Kemudian Parpol yang berpotensi mendapatkan satu kursi. Pendatang baru ini jika benar-benar lolos berhasil mengambil jatah tambahan satu kursi untuk Dapil Kota Serang.
Saat ini suaranya terpantau berada pada posisi empat besar mencapai 1.633 suara. Caleg yang berpotensi mengambil kursi itu yakni Sandy Bela Sakti dengan perolehan 1.167 suara.
Sandy sendiri, merupakan anak mantan Walikota Serang yang juga merangkap Ketua DPW PAN Provinsi Banten, Syafrudin.
Untuk kursi kelima berpotensi diraih oleh Kombes Pol (P) Djasmarni dari partai Nasdem. Meski suaranya hanya meraih 472, namun Caleg nomor urut tiga itu mendapatkan suara terbanyak dari pada reken-rekan separtinya.
Djasmarni menggantikan rekan sepertinya, Furtasan Ali Yusuf yang berpotensi lolos ke Senayan dari Dapil yang sama, jika sampai perhitungan KPU Djasmarni lolos.
Kursi terakhir berpotensi diraih oleh Caleg wajah baru dari partai Gerindra yakni Standanus Bara Prima Lumbaa.
Caleg nomor urut satu ini mendapatkan suara mencapai 985, mengalahkan petahananya yang berada pada posisi nomor urut dua yakni Encop Sopia dengan perolehan 416 suara.
Selanjutnya untuk Dapil Banten II DPR RI tidak ada penambahan kursi, masih sama dengan periode sebelumnya yakni enam kursi.
Berdasarkan data perhitungan sumber yang sama, suara terbanyak diperoleh oleh PAN dengan jumlah total suara yang masuk mencapai 53.355.
Di PAN, suara terbanyak diraih Edison Sitorus sebanyak 26.476, sehingga Edison berpeluang mendapatkan satu kursi dari Yandri Susanto yang berada pada posisi kedua dengan jumlah suara sebanyak 18.294.
Meskipun suaranya cukup tinggi, namun PAN belum cukup suara untuk mendapatkan dua kursi. Kecuali dengan sisa perhitungan, suara PAN berhasil memperlebar jarak dari Parpol lainnya.
Kursi kedua diraih oleh Furtasan Ali Yusuf dari Partai Nasdem dengan jumlah perolehan suara partai mencapai 39.888. Furtasan sendiri berhasil mendapatkan 22. 170 suara.
Di posisi ketiga ada Annisa M.A Mahesa dengan perolehan suara 23.129 dan suara partai mencapai 37.451.
Kursi keempat diraih oleh petahana dari PKS yakni Jazuli Juwaini dengan jumlah suara 15.559 dan suara partai sebanyak 35.391. Pun dengan kursi kelima yang akan diambil petahana dari partai Golkar Tb. Haerul Jaman dengan jumlah suara 14.664 dan suara partai mencapai 34.458.
Kursi terakhir diraih oleh Sarifah Ainun Jariah dengan perolehan suara sebanyak 18.515 dan suara partai sebanyak 29.410. Sarifah berhasil merebut kursi partai Demokrat Nuraeni dengan perolehan suara 8.014, peringkat kedua di partainya.
Komisioner KPU Provinsi Banten Ali Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan update perolehan suara di kanal resminya itu dikarenakan pada hari Minggu 18 Februari 2024, KPU Provinsi Banten menginstruksikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan penundaan terhadap jalannya rapat pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Kecamatan pada Pemilu Tahun 2024.
‘Penundaan ini berlangsung mulai hari ini Minggu 18 Februari sampai dengan hari Senin tanggal 19 Februari 2024. Sehingga rapat pleno di kecamatan akan dimulai kembali pada tanggal 20 Februari dan seterusnya,” katanya.
Dikatakan Zaenal, penundaan jalannya rapat pleno ditingkat kecamatan ini adalah sebagai tindaklanjut arahan dari KPU RI dengan tujuan untuk memastikan terlebih dahulu kualitas data yang digunakan untuk rekap kecamatan lebih akurat.
“Dalam waktu dua hari ini KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota melakukan pembersihan data ekstrim yaitu perbedaan gambar/image C Hasil dengan konversi angka di Info Pemilu untuk mendapatkan kesesuaian data antara image dan angka,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Zaenal, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku dengan cara membuka kotak suara dan mengeluarkan C Hasil semua jenis pemilihan untuk dibacakan dan diinput dalam Sirekap dengan dihadiri Saksi, Pengawas Pemilu, pemantau dan masyarakat.
“KPU Provinsi Banten memastikan tahapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kecamatan akan berjalan tepat waktu dan selesai menurut tahapan yang ditetapkan,” tutupnya. (luthfi)
























