SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mencegah peningkatan stunting, 100 anggota Pramuka Kabupaten Tangerang diberikan pemahaman tentang gizi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Selasa (20/2).
Ketua Tim Kerja Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Ade Dahyani mengatakan, kegiatan workshop tentang pengetahuan gizi ini dilakukan, untuk meningkatkan pemahaman para anggota pramuka tentang gizi. Sekaligus memberikan pemahaman kesehatan pada remaja melalui program Garasi Gemilang (Gerakan Rabu Ceria Generasi Gemilang). Dengan demikian, pertumbuhan anak stunting di Kabupaten Tangerang.bisa ditekan dan diantisipasi.
“Program Gerakan Rabu Ceria Generasi (Garasi) Gemilang merupakan program yang diinisiasi Pemkab Tangerang, guna mencegah anemia sejak dini. Sehingga, nantinya dapat membangun generasi yang bebas stunting,” kata Ade Dahyani kepada Satelit News, Selasa (20/2).
Selain memberikan pemahaman gizi dan kesehatan kepada para anggota pramuka kata Ade, para anggota pramuka remaja putri pun diberikan tablet tambah darah (TTD). Karena, para remaja putri ini merupakan salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifik dalam percepatan penurunan stunting.
“Jadi, ketika nanti si remaja putri ini menikah. Mereka akan memiliki anak yang sehat, karena si ibu sudah diberikan vitamin sejak usia remaja,” tukasnya.
Ade berharap, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya nutrisi dan kesehatan guna menciptakan generasi emas di masa yang akan datang.
Baca Juga: Paramount Land Dukung Gemilang KORPRI Night Run 2026, Diikuti 6.700 Peserta
“Kegiatan ini akan terus dilakukan, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi Kabupaten Tangerang yang bebas stunting dan makin Gemilang,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, berdasarkan data tahun 2023 balita di Kabupaten Tangerang, yang mengalami stunting sebayak 5.391 balita.
Hal itu, terbilang menurun apabila dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 9.200 dan tahun 2021 sebanyak 16.136 balita.
“Balita stunting di Kabupaten Tangerang, terus menurun di setiap tahunnya. Tahun 2023 saja mencapai 5.391. Sementara 2022 sebanyak 9.200. Mudah-mudahan di tahun 2024 ini juga kembali menurun,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















