SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Di tengah pelaksanaan panen jagung di lahan seluas seluas 9 hektare yang berada di Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Selasa (27/2), Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono meminta para petani untuk efektif dalam memanfaatkan lahan pertanian.
“Para petani harus bisa efektif, dalam memanfaatkan lahan tani, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dari sektor tani dengan baik,” kata Andi Ony Prihartono kepada Satelit News, Selasa (27/2).
Lanjut Andi, panen jagung hibrida yang dilaksanakan saat ini di Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, ini merupakan hasil sistem pertanian terpadu berbasis jagung hibrida yang dilakukan oleh kelompok Tani Harapan Maju 2 Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk.
Menurut Andi, dengan dilakukannya panen jagung ini, merupakan salah satu tonggak kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang. Karena, dapat meningkatkan kualitas panen sehingga dapat memperkuat daya saing produk pertanian.
“Panen jagung dan peresmian cluster benih jagung ini menjadikan tonggak kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang, dan sebuah langkah kemajuan dalam meningkatkan kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing produk pertanian,” katanya.
Kata Andi, panen jagung di lahan seluas 9 hektare tersebut dapat menghasilkan sebanyak 99 ton jangung. Karena, setiap hektarenya dapat menghasilkan 11 ton jagung. Dalam kesempatan itu, Andi meminta agar cluster benih jagung ini dapat menjadi pusat inovasi dan penelitian, serta menjadi tempat untuk berbagi pengetahuan teknologi dalam budidaya jagung.
Baca Juga: Bupati Tangerang Luncurkan Perluasan Pelayanan Adminduk di 29 Kecamatan di Cisauk
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para petani yang tergabung dalam kelompok tani Harapan Maju, yang bekerja sama dengan Masyarakat Agribisnis Jagung (MAJ),” jelasnya. Andi juga berharap, cluster benih jagung yang diresmikan juga bisa menjadi pusat inovasi dan informasi penelitian budidaya jagung bagi masyarakat luas.
Ditempat yang sama, Sekjen Masyarakat Agribisnis Jagung (MAJ), Diah Indarti menambahkan, bahwa panen jagung dan peresmian cluster benih jagung di Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk merupakan swadaya dari MAJ dan kelompok tani.
Diah menjelaskan bahwa jagung yang dibudidayakan adalah jagung hybrida dengan varietas syngenta NK212 yang bisa dipanen dalam bentuk tongkolan saat berumur 120 hari. ” Jagung ini bisa dipanen, ketika berusia 120 hari,” tandasnya.
Kata Diah, pihaknya ingin memberikan kontribusi besar dalam sektor pangan, khususnya jagung. “Kami tentunya ingin juga menjadi bagian terpenting dalam kontribusi pangan terutama komoditi jagung, di mana saat ini kita bisa lihat bahwa 60% pabrik perusahaan pakan ternak berada di Provinsi Banten,” pungkasnya. (alfian)
