SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten meminta Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Provinsi Banten, ikut berperan aktif dalam menyukseskan percepatan pembangunan yang tengah dilakukan.
Dengan segala Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, Pemprov yakin jika ICMI terlibat aktif, maka cita-cita para pendiri Provinsi Banten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa cepat terwujud.
Hal tersebut dikatakan Al Muktabar, seusai menghadiri Pelantikan Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten Masa Bakti 2024 – 2029, di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (6/3/2024).
Ketua MPW ICMI Banten Eden Gunawan, beserta jajaran dilantik oleh Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso.
Al Muktabar mengungkapkan, Pemprov Banten mempunyai kepentingan untuk melibatkan ICMI dalam proses pembangunan. Dirinya ingin sumbangan pemikiran yang ada di ICMI untuk bisa diterapkan di Provinsi Banten.
“ICMI mempunyai banyak cendikiawan, dari berbagai macam bidang, ada yang ahli teknokratik bidang mesin, ada juga yang ahli dalam ketahanan pangan serta banyak lagi yang lainnya. Dan ini sangat kita butuhkan pemikirannya untuk kemajuan Provinsi Banten,” ujar Al.
Dalam bidang teknokratik mesin, Al Muktabar mencontohkan program pendidikan yang berbasis vokasi yang tengah ia dorong, untuk menjawab kebutuhan dunia industri saat ini.
Bagaimana para lulusan sekolah itu sudah siap kerja, yang pada akhirnya itu akan mengurangi angka pengangguran di Provinsi Banten.
“Kemudian dalam bidang ketahanan pangan, saat ini kita tengah konsen pada hal itu,” ucapnya.
Al Muktabar bercerita, jika beberapa hari lalu dirinya secara langsung melihat bagaimana potensi pertanian di Provinsi Banten ini sangat luar biasa. Bahkan tidak hanya pada sektor panen padinya saja, dari tingkat hulu potensi yang kita miliki sudah sangat besar.
“Kita punya penangkaran benih bibit padi dengan kualitas yang sangat bagus dengan luasan lahan yang cukup luas. Itu dikelola oleh kelompok tani. Pemprov Banten harus hadir di tengah mereka, dari mulai peningkatan kualitas sampai faktor produksinya, dna itu tentu membutuhkan pemikiran dari para cendikiawan yang ada di ICMI ini,” jelasnya.
Selain dari itu, Provinsi Banten juga banyak daerah-daerah kawasan industri. Ada sekitar 17 kawasan industri yang tersebar di delapan daerah dengan lebih dari 4.800 industri menengah besar. Termasuk di dalamnya ada BUMN dan BUMD.
“Potensi-potensi itu yang ingin kita tingkat bersama ICMI, sehingga itu sebesar-besarnya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso, mengapresiasi atas dukungan Pemprov Banten terhadap kiprah dan peran ICMI di wilayah. Menurutnya, tidak banyak kepala daerah yang mempunyai pemikiran sigap seperti itu. Dirinya juga melihat potensi SDM di ICMI Orwil Banten ini sangat luar biasa.
Sehingga, jika keduanya bisa saling bersinergi, maka dirinya yakin apa-apa yang dicita-citakan oleh para pendiri Provinsi Banten itu cepat tercapai.
“Saya ini salah satu yang ikut dalam pembahasan pendirian Provinsi Banten waktu masih di DPR RI dulu. Saya merasakan bagaimana semangat juangnya para pendiri Provinsi Banten untuk bisa lepas dari Jawa Barat demi satu tujuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Semangat Kepala Daerah itu, lanjut Budi, harus bisa menjadi contoh atau role model bagi kepala daerah lain terhadap kiprah ICMI di wilayah.
Menurut Budi, kapasitas ICMI sebagai cendekiawan mempunyai nilai plus, sehingga ia harus berperan aktif memberikan berbagai masukan untuk kemajuan Provinsi Banten.
“Jika keduanya bisa berkolaborasi, Provinsi Banten bisa menjadi sebuah Provinsi yang sejajar dengan daerah lainnya. Berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan Provinsi besar lainnya,” pungkasnya. (luthfi)