SATELITNEWS.COM, SERANG – Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, fokus melakukan penataan manajerial dan skil Sumber Daya Manusia (SDM) ribuan Industri Kecil Menengah (IKM).
Hal itu dilakukan, sebagai salah satu upaya agar IKM di Provinsi Banten bisa menjawab tantangan kebutuhan pasar ekspor.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, sejatinya produk lokal kita tidak kalah saing dengan produk daerah lain, apalagi jika dilihat dari keunikannya yang menjadi icon khusus dari industry kreatif.
Diakui Babar, banyak produk lokal kita yang sudah ekspor, seperti kerajinan sepatu yang sudah ekspor ke Italia dan yang terakhir ke Senegal.
“Lalu ada juga tenun baduy yang sudah ekspor sampai Tiongkok sebanyak 50.000 lembar,” katanya, seusai Pengukuhan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten dan Pengurus Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tahun 2023-2024, Kamis (14/3/2024).
Dikatakan Babar, penyiapan SDM yang mempunyai skil kreatif itu penting agar bisa mengikuti tuntutan permintaan konsumen.
Baca Juga: 16 Jafung dan Lima CPNS Dilantik, Sekda Banten Ingatkan Integritas
Meskipun industry kreatif ini, tidak bisa dilakukan pendekatan industrial. Hal itu dikarenakan, ia tidak bisa dibuat oleh orang sembarangan, sehingga pemenuhan permintaannya juga harus bertahap.
“Misalnya tenun baduy yang menjadi icon dari Provinsi Banten. Itu harus dibuat oleh Perempuan asli Baduy, tidak boleh yang lain. Makanya kita terus berikan pembekalan kepada para perempuan-perempuan Baduy agar ini bisa dikembangkan lebih besar lagi,” ucapnya.
Pemprov Banten juga, telah memberikan pelatihan kepada 80 perempuan penenun asli Baduy sebagai upaya meningkatan skli SDM.
Pelatihan itu merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Banten melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Kementrian Perindustrian serta Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi (Kemendikbudristek) RI secara bergotong royong melakukan pembinaan dan pelatikan peningkatan produktivitas tenun yang dilakukan oleh masyarakat Baduy.
Mereka juga mendapatkan bantuan alat tenun dan benang, dengan nilai besaran sekitar Rp7 juta per orang.
“Mereka mengikuti pelatihan itu selama 35 hari kerja, yang meliputi teknik pemasaran, mengenal marketplace online, peningkatan kualitas produk sampai sumber pembiayaan dari perbankan yang bisa mereka akses,” ucapnya.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
Selain itu, lanjut Babar, untuk memajukan IKM di Provinsi Banten ini, pihaknya menggandeng seluruh stakeholder untuk bersama-sama ikut berperan aktif dalam peningkatan kapasitas dan kualitas IKM kita.
Mereka dilibatkan dalam struktur kepengurusan di Dekranasda, sehingga diharapkan kolaborasi yang dilakukan bisa maksimal.
“Ada dunia usaha, BUMN, BUMD semuanya dilibatkan. Itu penting karena IKM kit aini rata-rata menengah kebawah, sehingga ketika mereka membutuhkan akses atau pembinaan Dekranasda bisa berperan aktif di situ.” ujarnya.
Sementara, Ketua umum Dekranasda Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan Dekranasda ini memiliki visi melestarikan seni dan budaya terutama hasil kriya dan wastra dari Provinsi Banten.
Oleh karena itu sambung Tine, dengan dikukuhkannya kepengurusan ini bisa bersama bersinergi dengan semua pihak untuk meningkatkan wirausaha, karena dengan wirausaha maju maka kriya akan maju.
“Jadi salah satu aspeknya adalah mengembangkan kriya-kriya dan mengembangkan kreatifitas dan para pelaku usaha seni dan budaya di Provinsi Banten”, ucapnya
Pada Kesempatan ini juga, digelar display produk binaan Dekranasda Provinsi Banten oleh para pelaku UMKM dari kerajinan wastra, seni, dan tenun baduy yang mewakili seluruh Kabupaten/Kota di provinsi Banten
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segenap kinerja dan dedikasi Dekranasda Provinsi Banten yang selalu berupaya hadir ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai langkah dan pendekatan untuk mencapai tujuan yaitu percepatan mensejahterakan masyarakat Banten.
“Melalui Dekranasda kolaborasi terus digulirkan bersama semua pihak juga bersama Pemprov Banten, ini banyak sekali agenda kerja yang berkontribusi kepada masyarakat khususnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujarnya. (luthfi)


















