SATELITNEWS.COM, BANTEN – Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Banten Nanang Fatchurochman atau akrab disapa Nafaro, mendukung penuh program kampanye Wajib Halal Oktober (WHO) 2024 di 8 wilayah Kabupaten/ Kota di Banten. Dengan harapan seluruh produk makanan dan minuman atau sektor kuliner di wilayah Banten sudah bersertifikat halal.
“Kami mendorong Satgas Halal yang ada di Banten, beserta para pendamping LPJH untuk mengkampanyekan WHO 2024 secara masif. Terlebih di tempat-tempat seperti pusat jajanan di wilayah Tangerang Raya, Cilegon dan Kabupaten/ Kota lainnya,” ujar Nafaro Kakanwil Kemenag Banten dalam keterangan tertulisnya kepada satelitnews.com, Minggu (16/03/2024).
Bahkan sebagai bentuk dukungan, Nafaro intens memantau kegiatan Satgas Halal atau LPJH Banten dan pendamping LPJH di lingkungannya, sebagai upaya mewujudkan wilayah Banten sebagai pusat halal Indonesia.
Menurut Nafaro, Banten merupakan provinsi penyangga ibu kota yang dihuni oleh beragam suku, etnis dan agama di Indonesia. Alhasil, sektor kuliner pun turut berkembang dengan banyak jenis menu makanan kekinian maupun khas daerah.
“Tempat-tempat kuliner yang menjamur di beberapa tempat di Provinsi Banten perlu mendapat perhatian serius, agar bahan baku, pengolahan dan penyajian produknya bersertifikat halal. Kami berupaya mengkampanyekan program sertifikasi produk halal ini, juga untuk mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal,” jelas Nafaro.
“Saya berharap teman-teman Satgas Halal dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk untuk mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah, penyedia jasa makan dan minum di Banten untuk bersertifikat halal,” harapnya.
Baca Juga: 5.000 UMKM Binaan Gajah Tunggal Terima Sertifikat Halal
Lebih lanjut, Nafaro menyebutkan bahwa Banten sudah berhasil mensertifikasi halal produk Mamin UMKM melalui jalur pelaku usaha reguler sebanyak 2.550 sertifikat. Sedangkan yang melalui jalur pelaku usaha self declare atau gratis sebanyak 50.155 sertifikat.
“Jadi seluruhnya per hari ini sudah 52.705 sertifikat halal yang sudah dimiliki para Pelaku Usaha (PU) Penyedia Jasa Mamin,” pungkasnya. (aditya)
























