SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Produksi Al-Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin mengalami peningkatan pada bulan suci Ramadan 1445 H. Dimana, dalam satu bulan ini terdapat 300 set Al-Quran Braille yang harus diselesaikan.
Diketahui, Yayasan yang berada di Jalan Haji Jamat, Gg Masjid 1, RT 02 RW 05, No 10 A, Kampung Jati, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini mempunyai empat tipe Al-Quran yang diproduksi khusus bagi penyandang tunanetra.
Keempat yang dimaksud yakni Al-Quran braille dengan terjemah, Al-Quran braille versi tadarus, Al-Quran three in one yaitu satu buku terisi dari 3 juz Al-Quran, dan Al-Quran two in one, Al-Qurannya kami kemas dalam ukuran kecil dan satu bukunya terdiri dari 2 juz.
Pengurus Yayasan Raudlatul Makfufin, Ade Ismail mengatakan, Al-Quran Braille yang diproduksi di tempatnya memang dicetak dalam huruf braille yang bisa memudahkan para tunanetra untuk membaca ayat.
“Al-Qurannya sama seperti Al-Quran dari tabi’in tapi kita menggunakan huruf braille, sedangkan hurufnya pun tetap huruf arab begitu. Jadi bukan huruf latin yang di Al-Qurankan,” ujar Ade saat ditemui, Selasa (19/3).
“Al-Qur’an braille ini diperuntukkan bagi para tunanetra agar mereka bisa menunaikan keimanan mereka, kewajiban mereka juga terhadap Al-Quran,” lanjutnya.
Baca Juga: Peringatan Nuzulul Qur’an, Pemkab Pandeglang Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Ulama
Ade menyampaikan, percetakan Al-Quran ini sudah berjalan sejak tahun 2000. Tetapi, untuk lokasi saat ini telah berjalan sekitar 12 tahun sejak 2012.
Pada dasarnya, kata dia, Al-Quran yang dibuat difokuskan untuk dibagikan kepada seluruh tunanetra yang membutuhkan di Indonesia. Walaupun, ia juga menjelaskan pendanaan untuk semua operasionalnya dibantu oleh berbagai pihak mulai dari perorangan sampai kelompok masyarakat.
“Pendanaannya kami bekerja sama dengan berbagai pihak, ada yang perorangan, ada yang kelompok masyarakat, komunitas, majelis taklim bahkan ada juga dari corporate-corporate melalui CSR-CSR mereka yang kemudian ingin mendonasikan dana yang mereka miliki itu untuk mencetak Al-Quran braille ini,” ungkapnya.
Ade menerangkan, pada bulan Ramadhan kali ini pesanan Al-Quran untuk tunanetra sudah mencapai 300 set yang dipesan. Dimana, pada bulan biasanya produksi hanya lima set Al-Quran.
“Kalau kami membuat Al-Qur’an braille itu sehari sekitar 5 set atau 5 buah Al-Qur’an, dari juz 1 sampai juz 30. Nah itu secara rutin kami memproduksi setiap hari. Alhamdulillah tahun ini kami bekerja sama dengan Darul Tauhid dan Rumah Zakat, bersama atas dukungan BPKH juga insyaallah memproduksi 300 set Al-Qur’an braille untuk bulan Ramadhan ini,” paparnya.
Selain memproduksi, tambah Ade, pihaknya juga memiliki program lain dalam menunjang pembelajaran Al-Quran. Salah satunya dengan mengadakan majelis taklim yang diadakan khusus bagi tunanetra di wilayah Jabodetabek agar mereka bisa belajar Al-Quran.
Baca Juga: Santri Tunanetra Pondok Pesantren Raudhatul Makfufin Dekatkan Diri Pada Al-Quran
“Kami punya juga program pesantren yang di sana para tunanetra dari berbagai daerah, mereka datang lalu mereka tinggal di pesantren untuk belajar memperdalam membaca Al-Quran dan ilmu agama. Ada juga program sekolah itu untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka,” pungkasnya. (eko)
























