SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Paket bantuan sosial (Bansos) di 14 lumbung sosial (Lumsos), kembali kosong. Hal itu, bisa menyebabkan pemberian bantuan bencana kepada masyarakat terganggu, dan terhambat.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Madsira membenarkan kekosongan stok logistik di belasan lumbung sosial tersebut. Hal itu, kata dia, terjadi karena banyaknya bencana terjadi di Pandeglang. Sehingga, stok atau persediaan logistik menipis.
“Persediaan stok logistik di lumsos sudah habis, ada 14 lumsos yang kehabisan stok dan hanya lumsos Pulosari yang stoknya masih banyak. Stoknya sudah diisi awal tahun kemarin, cuma karena banyaknya bencana dan pemberian bantuan, mala stoknya kembali menipis,” kata Madsira, Selasa (7/5/2024).
Pria yang akrab disapa Beni ini mengatakan, belasan lumbung sosial yang kekurangan stok itu ada di Kecamatan Sumur dua lumbung, Cibitung, Cibaliung, Cigeulis, Panimbang, Sukaresmi, Patia, Labuan, Carita, Mandalawangi, Cimanuk, Angsana, Cikeusik, dan Kecamatan Pagelaran.
“Semuanya stoknya sudah enggak ada lagi, tinggal lumsos Pulosari yang banyak. Ya kita harapkan sih, supaya stoknya bisa segera diisi, karena kan untuk antisipasi stok bantuan kepada korban bencana alam dan lainnya,” tambahnya.
Beni mengatakan, idealnya dalam satu lumsos tersedia seratus paket sembako. Apabila ada paket yang dipakai untuk pemberian bantuan, bisa segera diisi kembali karena penyampaian kebutuhan paket sembako dilakukan secara berkala.
Baca Juga: Kepala Dinsos Pandeglang Tegaskan Tak Boleh ada Pemotongan Bansos
“Idealnya itu, seratus paket sembako dan satu kwintal beras. Kalau pun tidak sampai sebanyak itu, minimal ada 50 paket sembako dan 50 kilogram beras, karena untuk jaga-jaga apabila ada kejadian bencana alam,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M. Habibi Arafat, menyarankan kepada instansi terkait agar bisa segera mengisi kekosongan stok paket sembako di lumsos tersebut. Dengan begitu, pemberian bantuan kepada masyarakat korban bencana bisa dilakukan dengan cepat.
“Kalau bisa jangan sampai terjadi kekosongan stok logistik, karena kan banyak yang membutuhkan. Instansi terkait juga harus bertindak cepat, kalau ada kekosongan harus segera diisi kembali, jangan sampai kosong,” ucapnya. (adib)

















