SATELITNEWS.COM, SERANG – Kepala PJR Korlantas Induk Ciujung, Kompol Wiratno mengungkapkan, peristiwa tergulingnya bus pengangkut Perangkat Desa di Tol Merak – Tangerang, tepatnya di KM 46.200, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/5/2024), sebabkan mesin bus mati.
Kompol Wiratno mengatakan, bus pengangkut Perangkat Desa dengan Nopol K 1529 CB dikemudikan oleh Wendi (34), warga Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Bus semula bisa berjalan, dari arah Merak.
Kemudian secara tiba – tiba, bus mengalami mati mesin, dan terperosok ke dalam saluran air di Tol Merak – Tangerang, tepatnya di KM 46.200, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
“Dari keterangan yang kami dapat, bus mengalami mati mesin dan out of control, sehingga terperosok masuk row dalam posisi miring,” kata Kompol Wiratno.
Kompol Wiratno menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal di jalur bebas hambatan tersebut.
“Penumpang yang terluka, sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan konfirmasi ke Satlantas Polresta Tangerang,” tutur Wiratno.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Sementara, Camat Ciomas, Ugun Gurmilang mengatakan, dari 20 orang penumpang yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Hermina, sudah ada 3 orang yang dipulangkan ke rumah dan sisanya masih dalam penanganan rumah sakit.
“Yang masih di rumah sakit ada 17 orang, masih menunggu hasil rontgen,” kata Ugun.
Disinggung mengenai kegiatan pelayanan di Desa, sejak Perangkat Desanya mendapat musibah, Ugun memastikan, untuk pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Karena tidak semua pegawai berangkat, untuk melaksanakan Bimtek ke Bandung.
“Gak semua pegawai desa berangkat,” pungkasnya. (sidik)
























