SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Ruas jalan Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, yang longsor dua bulan lalu belum diperbaiki. Akibatnya, sejumlah warga memasang spanduk protes, di dekat ruas jalan tersebut.
Pemasangan baliho bertuliskan ‘Giliran minta suara rajin datang, pas ada bencana pura-pura budeg’, itu belum diketahui pelakunya. Protes tersebut masuk akal, karena ruas jalan itu merupakan akses utama masyarakat.
Diketahui, ruas jalan tersebut merupakan penghubung beberapa Desa diantaranya, Desa Ciherang Jaya, Palembang, Kaduronyok, Kecamatan Cisata dan Desa Cilabanbulan, Sindangkarya, Kecamatan Menes.
Badan jalan tersebut terputus sekira 30 meter, akibat longsor pada Senin (11/3/2024) lalu. Akibat hal itu, ruas jalan tersebut tidak bisa digunakan dan masyarakat harus mencari jalan alternatif lain yang lebih jauh.
Kepala Desa (Kades) Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Iwan Hermawan mengaku, tidak mengetahui warga yang memasang baliho atau spanduk tersebut. Namun dia tidak menampik, apabila hal itu bagian dari protes masyarakat karena belum dilakukannya perbaikan di ruas jalan yang longsor itu.
“Nggak tahu siapa yang masang, mungkin itu bentuk protes warga saja, karena jalan longsor belum ada penanganan, kita sudah sampaikan mengenai longsornya jalan itu, ya kita tunggu saja,” kata Iwan, Jumat (24/5/2024).
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi, menyarankan agar pembangunan ruas jalan tersebut diprioritaskan. Oleh karena, selain menjadi akses utama masyarakat, ruas jalan tersebut juga merupakan akses perekonomian warga.
“Nanti akan kita usulkan, agar menjadi prioritas pembangunan di tahun 2025 nanti. Kita juga harus memaklumi, karena memang keterbatasan anggaran. Intinya kita akan usulkan agar menjadi prioritas,” imbuhnya. (adib)
























