SATELITNEWS.COM, LEBAK–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat dua tahun terakhir 2022-2023 kasus penyakit Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Lebak terus mengalami peningkatan. Bahkan, di tahun 2024 ini, khususnya daru Januari hingga Mei angkanya mencapai 1.589 orang yang terjangkit.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto mengatakan, penyakit TBC menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak. Sebab, angkanya terus mengalami peningkatan dua tahun terakhir.
“Yang terjangkit TBC, pada tahun 2022 ada 3.453 orang, 2023 ada 4.458 orang, dan per Januari-Mei 2024 ada 1589 orang. Ada peningkatan ya setiap tahunnya, kemudian yang berpotensi terjangkit hampir semua umur,” kata Budhi, Kamis (30/5/2024).
Budhi merinci, pada tahun 2022 ada 2.114 warga berjenis laki-laki ada 2114 orang, dan perempuan 1.339 orang. Sedangkan, pada tahun 2023, laki-laki ada 2.732 orang, dan perempuan ada 1.726 orang. “Kalau 2024 laki-laki ada 985 orang, dan perempuan ada 604 orang yang terjangkit TBC. Maka dapat disimpulkan warga yang terjangkit penyakit TBC didominasi oleh lelaki,” terangnya.
Upaya-upaya pencegahan terhadap penyakit TBC, kata Budhi terus dilakukan dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dan hal lainnya yang dapat menjadi penyebab penyakit tersebut. “Kami sudah berusaha untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar menjaga kesehatan tubuh guna terjauh dari TBC,” katanya.
Menurut Budhi, penyebab meningkatnya penyakit TBC yakni mudahnya penyebaran melalui kontak langsung serta udara, dan mudahnya pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. “Banyaknya fasilitas kesehatan menjadi penyebab kami mudah mendeteksi penyebaran TBC, serta mereka yang sehat suka kontak erat dengan penderita TBC yg belum diobati,” papar Budhi. “Yang paling berisiko sakit TBC antara lain, anak-anak, orang dengan HIV/AIDS, orang usia lanjut, orang Diabetes Melitus dan perokok,” timpalnya.
Masih kata Budhi, cara untuk mencegah penularan TBC antara lain, pasien TBC minum obat secara teratur, pasien TBC harus menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau sapu tangan, tidak membuang dahak sembarangan, dan rumah tinggal harus mempunyai ventilasi udara yang baik agar sirkulasi udara berjalan lancar.
“Cara mencegah harus didasarkan kepada kesadaran masyarakat terkhusus yang terjangkit TBC, terus jangan lupa kalau terjangkit harus minum obat TBC secara teratur sampai dengan selesai selama 6-8 bulan,” saran Budhi.
“Untuk mencagahnya juga masyarakat harus tahu gejala awal TBC di antaranya, dan batuk terus menerus. Sedangkan untuk gejala lainnya yakni, Demam meriang berkepanjangan, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, kadang dahak bercampur darah, nafsu makan menurun, berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan,” jelasnya. “Untuk memastikan seseorang terkena TBC wajib diperiksa dahaknya dengan alat TCM (test cepat molekuler),” tandasnya.(mulyana)