SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bakal calon gubernur Banten Arief Wismansyah telah menyatakan janjinya untuk menggratiskan sekolah pada tingkat SMA/SMK dan MA swasta jika kelak diberi amanah memimpin Provinsi Banten. Selama menjadi Wali kota Tangerang, program sekolah gratis swasta sudah dia jalankan sesuai kewenangan yang dimilikinya yakni pada tingkat SD dan SMP.
Sekolah swasta gratis merupakan solusi atas permasalahan sistem zonasi yang selama ini dikeluhkan para orang tua siswa yang anaknya tak diterima bersekolah di negeri dan terbentur tingginya biaya. Program ini kemudian bisa menstimulus sekolah swasta mendapatkan lebih banyak siswa baru.
Janji memberikan SMA/SMK/MA gratis di Provinsi Banten ini pun banyak mendapat komentar dari sejumlah kalangan kampus. Salah satunya disampaikan Rektor Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Prof Mustofa Kamil.
Menurut rektor, sekolah gratis adalah kewajiban negara sesuai dengan undang-undang. “Oleh karena itu jika kandidat menyatakan sekolah gratis adalah sah. Tapi harus menyesuaikan dengan anggaran yang disediakan oleh pemerintah khususnya pemerintah daerah dan sekolah bisa tetap berjalan,” ungkapnya, Rabu (12/6/2024).
Lebih jauh dia mengatakan, khusus untuk sekolah swasta tentu bukan hanya urusan infrastruktur sarana prasarana, melainkan juga harus diingat ada guru dan pemeliharaan berbagai hal. “Jika swasta gratis berarti kandidat sudah mampu menghitung secara mendalam ke arah itu. Harus diingat jumlah swasta lebih banyak dari negeri plus sekolah yang dibina oleh Departemen di luar Kemendikbud. Makanya anggaran pendidikan 20 persen,” ungkapnya.
Tapi dirinya meyakini bahwa jika ada kandidat berbicara sekolah swasta gratis berarti biaya pendidikan 20 persen sudah mampu menjawab dan mencukupi. “Mungkin saja kandidat sudah membuat indikator indikator untuk menjawab tantangan sekolah swasta gratis,” ungkapnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNIS Tangerang Dr Karmawan menyampaikan, program sekolah gratis khususnya untuk madrasah aliyah swastaa merupakan sebuah terobosan. Hal ini lantaran banyak madarasah aliyah swasta kesulitan dalam aspek keuangan. Dia menambahka, ini ujarnya akan menggairah bagi masyarakat kelas bawah yang kesulitan keuangan dan ingin memasukan anaknya ke sekolah. “Saya pikir sudah saatnya pendidikan untuk digratiskan agar masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak khususnya masyarakat Banten,” ucapnya.
“Sebagai calon guburnur gagasan tentang pendidikan saya pikir misi yang mutlak harus diimplementasikan ditingkat masyarakat terutama masyarakat Banten, pendidikan hak mutlak bagi masyarakat sesuai UUD 1945,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Rektor 1 Universitas Yuppentek Indonesia, Bambang Kurniawan menyampaikan pendidikan harus diperjuangkan, harus ditingkatkan. Baik kuantitas dan kualitasnya, khususnya di Bumi Banten. “Kebijakan pembangunan sektor pendidikan, selain menjalankan amanat pembukaan UUD 1945, juga menjalankan amanat UUD 1945 khususnya di pasal 28 dan 31,” ungkapnya.
Dia mengatakan, rencana penggratisan sekolah harus dihitung secara cermat alokasi biayanya, yakni dengan cara membandingkan dengan tren pendapatan daerah ke depan dan juga isu pembangunan yang Ada di wilayah. Calon gubernur harus mampu melihat secara utuh kebutuhan pembangunan di wilayahnya. “Semoga Banten mendapatkan gubernur yang amanah, berintegritas, dan memiliki visi yang terukur,” ujarnya. (made)
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
