SATELITNEWS.COM, LEBAK— Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya tingkat SMP di Kabupaten Lebak sudah dibuka. Sekolah favorit menjadi buruan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Berbagai cara dilakukan melalui jalur seperti zonasi, prestasi dan administrasi atau perpindahan alamat.
Salah satunya dilakukan Marlina, warga Dewa Aweh, Kecamatan Kalanganyar ini mengatakan, meskipun keponakannya tidak masuk jalur zonasi di SMPN 1 Rangkasbitung, dirinya akan mendaftar melalui jalur afirmasi dan telah berkonsultasi dengan pihak sekolah.
“Kita untuk zonasi tidak mampu (tidak memenuhi jalur zona), posisi rumah kan di Aweh terus udah gitu kebetulan dia punya Kartu Indonesia Pintar (KIP), saya mau gunain itu,” kata Marlina, selepas mendafkarkan keponakannya tersebut di SMPN 1 Rangkasbitung, Kamis (13/6/2024).
Berdasarkan aturan, KIP kata Marlina bisa digunakan jalur afirmasi sehingga bisa memungkinkan keponakannya tersebut bersekolah di SMP favorit walaupun pada nantinya juga akan bersaing dengan pendaftar lainnya. “Nanti masuk ke jalur afirmasi, jadi itu sudah menemui pihak sekolah, terus pihak sekolahnya juga baik, ramah, lugas dan fleksibel jadi diarahin gimana caranya untuk dibatalin dan daftar sesuai waktunya,” katanya.
Pendaftaran PPDB 2024 jenjang SMP sederajat di Kabupaten Lebak telah dibuka dari tanggal 11 Juni sampai tanggal 3 Juli 2024. Kepala SMPN 1 Rangkasbitung Slamet Gustaman menyampaikan, untuk pendaftaran penerimaan peserta didik baru, ada empat jalur yang telah disediakan oleh panitia, diantaranya jalur zonasi, prestasi dan afirmasi.
“Di situ ada jalur zonasi, yang dimulai dari tanggal 11 Juni sampai tanggal 19 Juni. Kemudian dari jalur prestasi dimulai dari tanggal 20 Juni sampai tanggal 26 Juni dan jalur afirmasi atau perpindahan orang tua, dari tanggal 27 Juni sampai tanggal 3 Juli 2024,” terangnya.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Murid SD di Lebak Berangkat Subuh Demi “Berebut” Bangku Depan
Slamet mengungkapkan, untuk kuota siswa baru di SMPN 1 Rangkasbitung sebanyak 352 siswa dengan rincian 11 kelas dengan 32 siswa per kelas. Sedangkan untuk sampai hari ini, sudah ada 298 siswa yang mendaftar melalui jalur zonasi. “Yang dibutuhkan kuota di SMPN 1 Rangkasbitung 11 kelas, dengan jumlah per kelasnya itu 32 siswa dan totalnya 352 orang. Yang sekarang daftar sampai hari ini yaitu jalur zonasi sudah 298 siswa,” kayanya.
Lebih lanjut, ia berharap kepada orang tua siswa baru untuk tidak memaksakan daftar jika tidak masuk ke dalam radius zonasi yang berjarak 850 meter dari sekolah tersebut. “Harapan saya, untuk pendaftaran ke SMPN 1 Rangkasbitung jangan terlalu memaksakan, misalkan terlalu jauh berdasarkan zonasi, karena masih banyak sekolah-sekolah yang dekat dengan tempat tinggal. Karena berdasarkan pengalaman, di jalur zonasi itu radiusnya sekitar 850 meter, jadi bisa cari jalur lain seperti jalur prestasi atau afirmasi,” tandasnya.(mulyana)
