SATELITNEWS.COM, LEBAK—Setiap awal tahun ajaran baru ada kebiasaan “unik” di Desa Sukadaya, Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak. Para siswa sekolah dasar atau SD akan “berebut” memilih bangku dengan posisi yang terbaik menurut mereka. Bahkan, demi mendapatkan bangku idaman tadi, para siswa rela berangkat pukul 05.00 WIB subuh agar mendapatkan bangku yang diinginkan atau terdepan.
Pelajar yang diantarkan para orang tuanya rela berjalan kaki sejauh 1 kilometer dengan membawa penerangan jalan seperti obor yang terbuat dari bambu atau daun kelapa kering yang diikat tali lalu dibakar.
Semangat mereka memang layak diapresiasi. Salah satunya dilakukan oleh Juwita (8), seorang siswi SD kelas 5 Negeri 2 Sukadaya. Dia rela berangkat lebih awal lebih pagi di hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Hal itu ia lakukan demi mendapatkan kursi di posisi paling depan agar bisa menangkap pelajaran dengan baik. “Tadi aku dapat kursi yang paling depan, biar kelihatan dan jelas belajarnya,” kata Juwita, Senin (14/7/2025).
Juwita yang kini duduk di kelas 5 berharap semangatnya dalam mengenyam pendidikan biasa membawa dirinya bisa menggapai cita-citanya di masa yang akan datang. “Semoga bisa menjadi orang sukses agar bisa membahagiakan orang tua dan bangsa,” ujarnya.
Sementara salah satu orang tua siswa Marhamah (43) mengatakan, bahwa rebutan kursi sekolah di hari pertama masuk sekolah ini merupakan tradisi atau kebiasaan yang kerap dilakukan para orang tua siswa dan murid sekolah dasar dalam menyambut tahun ajaran baru. “Biasa nih kita setiap tahun gaur bangku (rebutan kursi) sejak subuh kita sudah di sini,” kata Marhamah.
Baca Juga: PWI Kota Tangerang Buka Pengaduan SPMB
“Ini sudah jadi tradisi setiap tahun, bahkan dari saya masih kecil tradisi ini sudah ada, jadi kalau kita belakangan datang kadang suka enggak kebagian bangku atau kursi,” sambung Marhamah menceritakan.
Ia beralasan mencari tempat duduk di paling depan agar anaknya bisa lebih fokus belajar dan mengurangi bermain saat di kelas. Selain kursi tidak direbut orang lain, aksi rebutan juga dilakukan demi memberikan tempat duduk anaknya di bagian depan agar bisa belajar lebih mudah.
“Biar anak-anak lebih fokus belajarnya, soalnya kalau duduknya di belakang anak-anak suka pada bercanda, jadi kalau duduknya di depan anak- anak lebih fokus ngelihat gurunya saat menyampaikan materi pembelajarannya,” pungkasnya. (mulyana)
