SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Irsyadul ‘Ibad Pandeglang menggelar kegiatan Haflatul Angkatan XIV tahun ajaran 2023/2024, dengan tema “Mendidik Generasi Al-Qur’an Sebagai Pewaris Peradaban”, bertempat di Hotel Horison Altama Pandeglang, Sabtu (17/6/2024).
Sekaligus mempublikasikan ratusan prestasi tingkat daerah hingga nasional, serta menggelar karya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Acara tersebut dihadiri lebih dari 600 lebih peserta, yang terdiri dari wali murid dan tamu undangan. Acara ini juga dimeriahkan para peserta didik, dengan berbagai penampilan Gelar Karya P5, diantaranya seni degung, tahfidz, pentas drama, pidato tiga bahasa dan puisi.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, untuk SDIT Irsyadul ‘Ibad Pandeglang yang banyak menorehkan prestasi untuk Kabupaten Pandelang.
“Bapak ibu sebagai wali murid sangat tepat menitipkan putra putrinya di SDIT, karena selain akademik juga dibekali agama. Ini yang akan menjadi pegangan untuk anak-anak kita ke depan,” katanya dalam keterangan tertulis kepada satelitnews.com
“Pada hari ini pun, terlihat simbol – simbol Palestina, yang menandakan bahwa kita harus tetap peduli dengan kondisi saudara-saudara kita yang ada disana. Kita daoakan semoga Palestina segera merdeka dan Allah melumpuhkan sejata kaum zionis,” tegasnya.
Baca Juga: Polda Banten Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Rd. Dewi Setiani yang diwakili oleh Kepala Bidang Kasubag TU Sukron yang hadir pada acara tersebut, menyampaikan sambutanya dengan mengapresiasi terselenggaranya wisuda dengan sangat luar biasa.
“Saya mewakili Ibu Kadis Disdikpora, Ibu Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos,.MA, Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak ustadz, ustadzah, serta orang tua yang sudah bekerjasama mendukung menyukseskan pendidikan untuk anak-anak kita,” katanya.
SDIT Irsyadul ‘ibad ini lanjut Sukron, adalah sekolah yang berprestasi di Kabupaten Pandeglang dan telah menjadi sekolah penggerak angkatan 1. Setelah ini, SDIT akan melajutkan dengan program pengimbasannya. “Bapak ibu kita tepat menitipkan putra putrinya disini,” katanya.
Hidayat Rahman selaku Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad, menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada lembaganya.
“Alhamdulilah, tugas kita sudah selesai, tinggal tugas ayah bunda melanjutkan. Mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih kepada ayah bunda yang telah memberikan wakaf untuk pembebasan lahan yang digunakan jalan. Insya Allah pahalanya akan terus mengalir dan melimpah tidak akan hilang, walaupun ayah bunda sudah tidak bersama lagi. Program wakaf ini tidak akan berhenti sampai sini, kedepan akan dialihkan kepada program wakaf produktif yang kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Sementara itu, Isuti Rachman selaku Kepala Sekolah SDIT Irsyadul ‘Ibad dalam sambutanya, menyampaikan rasa bahagia atas terlaksananya kegiatan wisuda tahun ini. Acara ini juga kata Isuti, sebagai bukti rasa syukur atas prestasi-prestasi yang telah diraih.
Baca Juga: Tenun Baduy Banten Banyak Digandrungi, Siap Menembus Pasar Mancanegara
“Alhamdulilah, sebagai Sekolah Penggerak Angkatan Pertama, banyak sekali prestasi yang sudah diterima mulai dari bidang sains, olah raga, seni dan ekstrakurikuler. Sebanyak 206 prestasi baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan sampai tingkat nasional. Banyak medali yang sudah diraih, seperti medali perak dan perunggu,” ujarnya.
“Tentu prestasi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama orang tua yang selama ini terus memberikan support dan semangatnya kepada peserta didik kami. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada orang tua siswa dan para undangan yang sudah menyempatkan hadir, dan memohon maaf jika dalam pelaksanaan wisuda terdapat kekurangan,” imbuhnya.
Masih menurut Isuti, pendidikan Islami itulah yang membedakan dengan pendidikan pada umumnya.
“Prosesnya (Proses membentuk generasi Qurani) tidak mudah. Tidak hanya cukup sekolah SD walaupun 6 tahun. Pendidikan dasar adalah dasar untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya dalam pendidikan yang lebih tinggi,” tegasnya.
“Anak-anak adalah aset kita, aset bangsa ini, mereka adalah pewaris peradaban, di pundak kita bersama (orang tua dan guru, red) bangsa ini akan menjadi tanggung jawab mereka di masa depan, di tangan kolaborasi kita (guru dan orangtua, red) peradaban dunia ini akan mereka (murid-murid, red) genggam, maka jangan pernah biarkan anak-anak kita jadi santapan perubahan zaman yang negatif,” tutur Isuti.
Isuti juga menyampaikan selamat kepada peserta Haflatul Qur’an angkatan XIV. “Semoga Allah memberikan kekuatan untuk dapat melanjutkan ketingkat lebih tinggi. Dan kita mendoakan semoga mereka menjadi pemimpin masa depan dan berharap para lulusan SDIT Irsyadul ‘Ibad tetap melanjutkan pendidikan Islam terpadu, meskipun tidak di Irsyadul ‘Ibad,” harapnya. (aditya)





















