SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten menekankan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) agar bisa terus memaksimalkan masyarakat lokal. Tujuannya, selain untuk mengurangi angka pengangguran, juga sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni seusai menerima kunjungan manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen K.H. Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Rabu (7/10/2026), kemarin.
Andra mengtakan, keberadaan perusahaan milik negara itu harus bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, seyogyanya penempatan tenaga kerja lokal harus tetap menjadi prioritas utama.
“Banyak hal yang didiskusikan, salah satunya terkait bagaimana keberadaan PTPN IV di Provinsi Banten bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah program yang akan segera direalisasikan. Salah satunya adalah rekrutmen pekerja permanen yang memprioritaskan warga lokal.
Program itu, kata Andra, bisa menjadi angin segar bagi warga Banten karena akan ada lapangan kerja baru disektor perkebunan. Terlebih, ada sekira ketersediaan lapangan pekerjaan baru sangat krusial dan dinantikan oleh masyarakat Banten.
Baca Juga: HUT ke 26 Banten Berlangsung Meriah, Ini Pesan Gubernur Banten
“Kita membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa menekan angka pengangguran, serta membuka peluang bagi warga Banten agar mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Oleh karena itu, kita harus terus memperkuat kolaborasi ini,” tambahnya.
Selain terkait lapangan pekerjaan, kata Andra, Pemprov Banten juga membahas mengenai rencana mengoptimalkan lahan yang sedang dalam tahap penanaman ulang (replanting).
“Optimalisasi tersebut akan dilakukan melalui sistem tanam tumpang sari. Untuk sistem tumpang sari ini, yang sudah terbiasa ditanam oleh masyarakat Banten adalah komoditas jagung,” tandasnya.
General Manager PTPN IV Regional Banten Ardiansyah mengungkapkan, saat ini pihaknya mengelola lahan seluas 12 ribu hektare di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Produksi kelapa sawit tahun ini diperkirakan mencapai 19 ton per hektare.
Ardiansyah menjelaskan, kunjungannya bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari Gubernur Banten dalam menjalin sinergi bersama masyarakat.
“Khususnya dalam rekrutmen tenaga kerja, kami mengutamakan masyarakat setempat. Untuk memenuhi kebutuhan operasional dan regenerasi pekerja yang pensiun, kami berencana membuka rekrutmen pekerja pemanen dengan syarat batas usia maksimal 40 tahun,” kata Ardiansyah.
Baca Juga: KRL Listrik Rangkasbitung–Merak Disiapkan, Andra Soni: Kebutuhan Masyarakat Harus Dijawab
”Setiap satu hektare lahan membutuhkan satu orang tenaga kerja pemanen, kami pun menawarkan kesejahteraan yang menjanjikan bagi calon pekerja lokal yang bergabung,” sambungnya. (adib)





















