SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang tengah melakukan intervensi serentak pencegahan stunting. Hasilnya, dari 69 ribu balita di Kota Tangerang yang telah diskrining, sekitar 4.000 diantaranya mengalami stunting.
Pelaksana Harian (Plh) Dinkes Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengatakan, pihaknya selama bulan Juni gencar melakukan pencegahan stunting melalui program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas).
Dinkes Kota Tangerang mencatat, sudah 69 ribu anak diskrining atau 83 persen dari target 80 ribuan anak di Kota Tangerang. Dari 69 ribu anak tersebut, 4 ribu balita mengalami stunting. “Ada sekitar 4.000 balita atau 7,3 persen balita yang terindikasi stunting dari 69 ribu anak yang telah diskrining,”ungkapnya, Minggu (23/6).
Menurutnya, indikasi stunting tersebut salah satunya disebabkan kurangnya asupan gizi yang diberikan orang tua kepada balitanya. “Faktornya banyak, memang sebenarnya asupan gizi tapi kan juga pola pemberian makan juga tergantung orang tua, bagaimana para orangtua memberikan gizi yang cukup untuk anak,”ucapnya.
Lanjutnya, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada saat orang tua memiliki anak. Tapi pada saat dalam kandungan, si anak juga harus diberikan gizi yang cukup. “Prosesnya panjang, bukan hanya pada saat punya anak, tapi dari kondisi ibu hamil bahkan pada sebelum hamil,”ujarnya. “Stunting ini hasil akhirnya, tapi prosesnya panjang. Jadi dari remaja pun juga harus dilakukan skrining,”sambungnya.
Oleh karenanya, pihaknya memastikan, pada Juni 2024 ini, 100 persen anak di Kota Tangerang datang ke posyandu, untuk diukur pertumbuhannya, baik itu berat badan, panjang atau tinggi badan. Lalu, diinput ke dalam aplikasi SiData dan e-PPGBM.
Baca Juga: Sepanjang 2026, Sebanyak 391 Warga Lebak Terserang DBD
“Selanjutnya, akan terlihat anak-anak Kota Tangerang yang terindikasi stunting. Dinkes Kota Tangerang bersama seluruh OPD terkait akan melakukan intervensi khusus lanjutan pada anak-anak yang terindikasi stunting tersebut. Harapannya, ialah tidak ada lagi anak-anak di Kota Tangerang yang terlambat dilakukan penanganan,”pungkasnya. (hafiz)
