SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar sosialisasi antikorupsi dan penandatanganan pakta integritas di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Selasa (25/6/2024). Keluarga pejabat eselon II dan para camat di Kabupaten Tangerang pun diminta untuk menciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa.
Analis Pemberatasan Korupsi, Soraya Sri Anggarawati mengatakan, bahwa saat ini Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) konsisten menjalankan tugas untuk melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Untuk itu, pihaknya mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mencegah dan menekan tindak pindana korupsi di lingkup pemerintahan.
“Kami sangat bangga dan support atas apa yang dilakukan Pemkab Tangerang ini, untuk menekan angka tindak pindana korupsi yang dilakukan di lingkup pemerintahan,” kata Soraya kepada Satelit News, Selasa (25/6).
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, bahwa pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini yakni keluarga. Menurutnya, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan, merusak tatanan sosial, serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Dalam pencegahan korupsi, langkah awal kita harus pendekatan melalui keluarga. Karena disanalah nilai-nilai moral, etika dan integritas ditanamkan, dengan peran keluarga dapat membangun generasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut dia, ada tiga tahapan strategi yang diterapkan. Pertama strategi jangka pendek dengan memberikan arahan dalam upaya pencegahan. Kedua, strategi menengah berupa perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi. Ketiga, strategi jangka panjang dengan mengubah budaya.
Baca Juga: Paramount Land Dukung Gemilang KORPRI Night Run 2026, Diikuti 6.700 Peserta
“Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, kita yakin Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” katanya.
Kepala Kejari Kabupaten Tangerang, Ricky Tommy Hasiholan menambahkan, bahwa kegiatan sosialisasi antikorupsi ini harus terus dilakukan, agar pemerintahan yang bersih dan berwibawa benar-benar dapat terwujud.
“Kami berharap pemerintahan yang bersih dan berwibawa bisa terwujud, dengan adanya sosialisasi dan penandatanganan integritas ini,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















