SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seharusnya diisi dengan kegiatan positif. Para pelajar mengenali sekolah dan teman-teman barunya. Namun kewajiban tersebut diabaikan sekelompok pelajar di Kota Tangerang Selatan. Mereka menenggak minuman keras (Miras) serta diduga akan melakukan tawuran pada hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7).
Belasan pelajar tersebut diamankan personel Polsek Pondok Aren di Jalan Bintaro Utama 3A, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan kemarin. Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya berhasil menangkap 17 orang dengan rincian 15 pelajar dan 2 merupakan seorang alumni. Mereka, kata Bambang, awalnya berjumlah diperkirakan 30 orang tetapi sisanya berhasil melarikan diri.
Selain itu, delapan kendaraan sepeda motor turut diamankan. Bambang menyebut, di lokasi tersebut para pelajar kedapatan menenggak miras jenis ciu. Polisi menemukan satu botol ciu berukuran satu liter.
“Anak SMA baru masuk MPLS. Itu ada yang pakai baju SMP. 15 pelajar dan dua mentornya lulusan atau alumni SMK Informatika Ciputat. Yang saya amankan ada 2 anak seniornya yang sudah lulus selaku mentor. Mereka merencanakan tawuran tadinya di situ,” ujar Bambang.
“Saya yakin dan percaya mereka pasti berencana tawuran. Agak malam sedikit mereka pasti cari posisi lebar ataupun perempatan bonjol Al-azhar,” lanjutnya.
Bambang mengatakan, perilaku pelajar tersebut telah mencederai dunia pendidikan terlebih pada hari pertama masuk sekolah. Menurut Bambang, mirisnya MPLS dijadikan momentum bagi para alumni sekolah untuk merekrut anggota kelompok baru mereka.
“Ini memang ada mentornya, mereka diajarkan apalagi anak-anak baru pada MPLS ini momen tepat untuk memanfaatkan mereka membentuk dan membuat jaringan baru. Besar kemungkinan seperti itu memanfaatkan hari pertama sekolah, karena hari pertama ini,” ungkapnya.
Selanjutnya kata Bambang, pelajar dan alumni yang tertangkap digelandang ke Mapolsek Pondok Aren untuk dilakukan pembinaan serta pemanggilan orang tua dan pihak sekolah. Sementara, terkait dugaan adanya senjata tajam masih dilakukan pendalaman.
“Iya masih kita dalami, informasinya ada yang bawa sesuatu dari tukang parkir sekitar. Senjata tajam belum ditemukan. Dalam kelompok ini, ada orang dari bagian admin yang nanti cari lawan di media sosial. Yang kedua ada tim logistik, ketika mereka sudah siap tim logistik akan dorong senjatanya kemana,” ungkapnya.
Kata dia, berdasarkan pengalamannya, setiap kelompok sudah terbagi tugas dalam tim kecil untuk bergerak di lapangan. Pembagian tim tersebut sudah sesuai dengan tugasnya masing-masing.
“Mereka tidak akan bawa senjata. Pengalaman kami ada tim logistik yang akan dorong senjatanya dimana didistribusikan. Yang ketiga ada tim eksekutor, mereka ini tim eksekutor mencoba semana nyali mereka,” pungkasnya. (eko)