SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pesta Olahraga Tradisional Kota Tangerang (Portradkot ll) kembali digelar di Stadion Benteng Reborn, Kamis (18/7/2024). Sebanyak 550 peserta pelajar di Kota Tangerang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Pj Wali Kota Tangerang, Dr Nurdin menyampaikan, olahraga tradisional harus terus digelorakan agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. Maka, dengan adanya kejuaraan ini menjadi upaya Pemkot Tangerang mengenalkan sekaligus melestarikan olahraga tradisional.
“Ini yang perlu kita bersama gelorakan kembali bahwa olahraga tradisional telah hidup dan berkembang di masyarakat kita. Dengan fenomena perkembangan perkotaan maka banyak yang tidak mengenal lagi. Maka dari itu, kita budayakan terus dengan mendorong melalui berbagai kegiatan agar semakin dikenal oleh masyarakat dan menjadi bagian kehidupan anak-anak muda,”katanya.
Sementara Ketua Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Tangerang, Sarmiyanto mengatakan ada 5 jenis olahraga tradisional yang diperlombakan. Diantaranya egrang, sumpitan, hadang, teropah panjang dan gasing. “Total ada 550 peserta yang mengikuti lomba ini. Mereka berusia dari 12 hingga 21 tahun, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga universitas,”ungkapnya.
Sarmiyanto menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut guna mengangkat olahraga tradisional menjadi kejuaraan perlombaan di tingkat nasional bahkan internasional. Selain itu, ditengah maraknya anak-anak asik bermain gadget, adanya olahraga tradisional mampu menyehatkan mental dan konsentrasi anak-anak. “Kita prihatin melihat anak-anak sekarang asyik bermain gadget. Itu kan sangat mempengaruhi kejiawaan dan konsentrasinya. Makannya dengan olahraga tradisional ini kita mainkan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan olahraga tradisional khususnya di Kota Tangerang supaya terseleksi untuk mengikuti atau mewakili Kota Tangerang di tingkat Provinsi. Serta sekolah-sekolah dapat memunculkan bibit-bibit terbaik dan menumbuhkan rasa bermain terhadap olahraga tradisional. “Sehingga mereka tak lagi bermain individu pada gadgetnya, mereka jadi bermain secara berkelompok dan bermasyarakat. Olahraga tradisional memang murah tapi bukan murahan,”ujarnya. (adv)
Baca Juga: Tiga Proyek Peningkatan Fasilitas TPA Rawa Kucing Mulai Direalisasikan
























