SATELITNEWS.COM,TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan upaya dalam menuju citra kota sehat tanpa kawasan kumuh. Salah satunya dengan program sanitasi pembangunan tangki septik bagi warganya.
Tercatat, sebanyak 800 unit tangki septik berbasis teknologi dibangun pada tahun ini. Jumlah itu, rata-rata berdasarkan dari pengajuan langsung oleh masyarakat. Akan tetapi, dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel, rupanya masih banyak rumah warga yang belum memiliki tempat penampungan kotoran tersebut.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, atas kajian itulah pihaknya berencana akan membangun seribu unit lagi pada tahun depan. Menurutnya, tangki septik yang dibangun berbasis teknologi bisa berdampak baik bagi lingkungan. Pasalnya, rembesan air ke tanah sudah diproses.
“Kalau saya liaht dari pemetaan masih banyak ya tahun depan mudah-mudahan tahun depan bisa seribu titik lagi. Pengolahan kotoran di dalam tangki septik ini diolah dengan teknologi dan bakteri, keluarnya itu merupakan air yang bersih dan sehat, udara yang keluar pun sehat,” ujarnya, Rabu (31/7).
Kabid Air Minum dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Tangsel, Budi Rahmat Hidayat menyampaikan, kotoran yang masuk nantinya bakal terolah oleh bakteri yang ditanam. Tetapi, dalam kurun waktu empat tahun ke depan perlu dilakukan penyedotan melalui bak kontrol. Namun, saat ini, lokasi penampungan inti belum tersedia di Tangsel.
“Ada dua tipe, bio tank saja jika lahannya kecil, tapi kalau lahan besar bio tank sama sumur resapan. Lumpur nya nanti disedot sekitar 4 tahun, ada bak kontrol. Buangnya nanti ke IPLT, nanti akan kita bangun,” jelasnya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Budi menambahkan, apabila usulan seribu unit direalisasikan, maka dikalkulasikan akan membutuhkan anggaran Rp 10 miliar.
“Tahun depan tunggu usulan. Kalau usulan biasanya dari masyarakat masuk berapa, dari dinas kesehatan puskesmas sanitasi juga usulan, nanti kita total kan. Kalau satu titik 10 jugt, kalau 1.000 sudah 10 M,” pungkasnya. (eko)

















