SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa Indonesia pada 2023 menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik yang belum terkelola dengan baik.
Mendukung pengelolaan sampah plastik melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah, Sinar Mas Land kembali melaksanakan program Plastic to Food dan Plastic to Book pada bulan Juli hingga September 2024 di Kampung Cicayur, Kabupaten Tangerang, serta di empat sekolah di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata menjelaskan, program Plastic to Food dan Plastic to Book merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Sinar Mas Land, yang bertujuan untuk mendorong sirkulasi plastik bekas agar tidak berakhir sebagai sampah yang dapat mencemari lingkungan.
Lanjut Dony, Program Plastic to Food telah berjalan sejak November 2021, di mana masyarakat dapat menukarkan sampah plastik mereka dengan bahan pangan seperti beras dan minyak goreng. Sementara Plastic to Book yang telah berjalan sejak September 2023, mendorong siswa-siswi dan guru di sekolah memilah sampah plastik di sekolah, untuk kemudian ditukarkan dengan beragam buku bacaan.


“Sinar Mas Land berkomitmen untuk turut serta menjaga lingkungan dengan menjalankan praktik perusahaan yang berkelanjutan. Program Plastic to Food dan Plastic to Book adalah salah satu cara kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik dengan konsep Reuse, Reduce, dan Recycle,” jelasnya.
“Sampah plastik yang terkumpul diolah melalui proses pirolisis menjadi solar dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar truk pengangkut dalam program ini. Sampah plastik juga diolah menjadi bijih plastik yang digunakan sebagai campuran aspal pada jalan-jalan di BSD City. Dengan program ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” tandasnya.
Baca Juga: Paramount Land Dukung Gemilang KORPRI Night Run 2026, Diikuti 6.700 Peserta
Menurut Dony, skema penukaran bahan pangan dalam program Plastic to Food dan Plastic to Book yang diterapkan telah disepakati bersama antara perusahaan, masyarakat, dan mitra seperti Chandra Asri, Bank Sampah Ecomart, dan Bank Sampah Induk Kabupaten Tangerang.
“Dalam program ini skema penukaran plastik diselaraskan dengan kisaran harga barang konversinya, contoh 3-4 kg plastik bekas dapat ditukar dengan 1 kg beras atau 1 liter minyak goreng. Untuk penukaran buku, 2-3 kg sampah plastik bekas dapat ditukar dengan 1 buku,” jelasnya.
Jenis buku hasil penukaran bervariasi, mulai dari buku anak-anak, buku fiksi dan non fiksi, hingga buku pengembangan diri. Beberapa sekolah juga dibuatkan Saung Baca atau Perpustakaan Mini bertajuk #SemangatMeningkatkanLiterasi yang menjadi tempat penyimpanan buku-buku hasil penukaran sampah plastik. (aditya)





















