SATELITNEWS.COM, SERANG – Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten (BPPWB) Direktorat Jendral Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), melakukan Serah Terima dan Sosialisasi Pemanfaatan Aset Pembangunan Pasar Baros Kabupaten Serang kepada ratusan pedagang di salah satu hotel, di Kota Serang pada Senin (28/10/2024).
Bangunan pasar konstruksi dua lantai tersebut sudah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dengan menelan Dana APBN sebesar Rp41 Miliar.
Secara simbolis serah terima dilakukan Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jendral Cipta Karya Kemen PU, Essy Asiah, Staf Ahli Bupati Serang Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Zaldi Dhuhana dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat.
Staf Ahli Bupati Serang Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Zaldi Dhuhana mengatakan, selain secara simbolis para pedagang terima kunci Pasar Baros dari pihak yang membangun kepada pihak pemda sebagai user juga, ada sosialisasi terkait dengan fasilitas yang ada di Pasar Baros.
Kemudian, hal-hal yang diharapkan bisa dilaksanakan bersama-sama dijaga seperti kebersihan, keamanan dan juga terkait iuran operasional dan lain sebagainya.
”Tapi alhamdulillah pedagang dengan kesadaran bahwa Pasar Baros ini merupakan fasilitas dari pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga akhirnya secara mandiri mereka iuran untuk pengelolaan sampah, keamanan dan lain sebagainya,” katanya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Dengan demikian, Zaldi berharap Pasar Baros yang dibangun menelan Dana APBN sebesar Rp41 Miliar tersebut bisa secara optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk beberapa fasilitas didalamnya seperti jalur untuk disabilitas, ruang kesehatan , ruang menyusui, dan fasilitas umum lainnya.
”Kita berharap Dinas Kesehatan bisa berpartisipasi secara berkala, ikut untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya kepada pedagang pasar yang pasti membutuhkan dalam proses mereka melakukan usahanya disana,” ujarnya.
Disisi lain, Zaldi mengimbau para pedagang bisa menerapkan semua fasilitas termasuk proses penjualan secara optimal dan jangan sampai nanti adanya pedagang kaki lima di areal parkir seperti sebelumnya.
”Tentunya akan membuat pasar menjadi kumuh, dan juga kelihatan tidak profesional, tidak tertib, tidak teratur,” tukasnya.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat menambahkan, untuk para pedagang Pasar Baros sudah menempati kurang lebih dua pekan ke belakang.
Menurutnya, para pedagang sangat antusias untuk menempati Pasar Baros yang baru setelah 2 tahun menempati pasar sementara.
Baca Juga: Pemkab Serang Panen Bawang Merah untuk Dorong Produktivitas Petani
”Alhamdulillah, mereka sudah mulai jualan, dan para pengunjung yang belanja pun dinilai cukup meningkat di sana,” ujarnya lagi.
Adapun untuk jumlah kios Pedagang Pasar Baros, sebut Adang, ada sekitar 345 pedagang. Adang memastikan, tidak ada biaya sewa untuk menempati kios hanya saja di kenakan iuran untuk biaya keamanan, pengambilan sampah yang ditentukan atau kesepakatan oleh para pedagang itu sendiri.
”Jadi untuk saat ini memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar merawat karena akan diresmikan oleh Pak Presiden atau oleh Menteri nantinya. Untuk peresmian informasinya mungkin akhir bulan November rencana jadwalnya,” kata Adang. (sidik)
























