SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, memperpanjang status siaga kekeringan dan krisis air bersih.
Pertimbangan dikeluarkannya kebijakan itu, karena musim kemarau belum usai dan banyak daerah terdampak kekeringan mengajukan usulan bantuan air bersih.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, pihaknya akan segera memperpanjang masa siaga bencana kekeringan dan krisis air bersih yang habis pada 1 November mendatang. Kebijakan itu diambil, karena musim kemarau di Pandeglang belum selesai.
“Kita perpanjang sampai akhir November nanti. Karena kan masih kemarau, beberapa daerah juga kembali mengalami krisis air bersih dan kekeringan, jadi kita akan perpanjang masa siaga kekeringan dan krisis air bersih,” kata Nana, Rabu (30/10/2024).
Nana mengatakan, saat ini banyak daerah yang kembali mengusulkan bantuan air bersih kepada BPBDPK lantaran sumber mata air masyarakat kembali mengalami kekeringan. Dalam satu hari, kata dia, lebih dari dua wilayah yang mengajukan proposal bantuan air bersih.
“Bantuan air bersih itu bukan cuma didaerah yang jauh ya, disekitar pusat kota juga ada beberapa yang mengajukan bantuan. Seperti hari ini saja, ada lebih dari dua atau tiga wilayah yang mengajukan bantuan air bersih,” tandasnya.
Ditanya terkait penambahan dana Tidak Terduga (TT) pada pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Nana mengaku, pihaknya akan memaksimalkan anggaran yang dan tidak akan mengajukan penambahan annggaran kepada Pemkab Pandeglang.
“Untuk anggaran kita enggak akan mengajukan penambahan, karena kita akan menggunakan dana yang sudah ada dan kita maksimalkan anggaran yang kita miliki. Jadi kita kita enggak akan mengajukan penambahan,” tambahnya.
Sementara, Sekretaris Camat (Sekmat) Cadasari Eka Rahmawijaya mengatakan, saat ini ada enam desa di wilayahnya yang sudah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Bahkan, kata dia, tidak sedikit masyarakat yang harus membeli air karena tidak adanya air disumber mata air mereka.
“Sudah ada enam desa, awalnya hanya ada satu dua, tetapi sudah tiga bulan lebih, jumlah desa yang mengalami kekeringan terus bertambah. Setiap hari warga membutuhkan pasokan air bersih,” imbuhnya. (adib)