SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Anggota DPRD Kota Tangerang M Azka Nur Fauzi mendorong Pemkot Tangerang mendorong pembangunan turap sepanjang Kali Angke. Hal itu untuk menanggulangi banjir yang kerap berulang.
Azka mengatakan, warga yang bermukim di Perumahan Pinang Griya selalu dicemaskan masalah banjir yang kerap terjadi pada lima tahun sekali.
“Maka dari itu, dari beberapa elemen masyarakat sudah mengajukan usulan agar dibangun turap di sepanjang Kali Angke di wilayah Ciledug Indah 1 dan Pinang Griya,” ujar wakil rakyat dari Fraksi PAN itu, Kamis, (7/11/2024).
Azka mengungkapkan, proyek pembangunan turap di Kali Angke dalam rangka mengatasi banjir di dua kawasan tersebut mandek selama satu dasawarsa.
“Memang sudah ada pengerjaan namun baru di bagian Ciledug Indah, yang di Pinang Griya baru setengah. Jadi, memang ada beberapa lahan yang harus dibebaskan, dari pihak PUPR mungkin agak terlalu lama menyelesaikan masalah itu harusnya kan dari tahun 2013 atau 2014 sudah selesai, namun sampai 2024 belum ada kejelasan sama sekali,” ungkapnya.
Azka menyebutkan, dirinya masih mendalami alasan Pemkot Tangerang melalui Dinas PUPR kenapa tidak melanjutkan pembangunan turap tersebut. Padahal, kebutuhan turap ini sangat mendesak bagi warga setempat.
Baca Juga: Banjir Hari Ke-5, Masih Ada Genangan 60 cm di Periuk Damai
“Kita untuk saat ini masih berkomunikasi dengan beliau (kepala Dinas PUPR) memang persoalan ini sudah sampai ke pusat, karena masalah budgeting untuk turap itu sangat besar, tapi kalau untuk kepentingan masyarakat kenapa tidak diselesaikan,” katanya.
Dia menambahkan, warga setempat ingin bermukim dengan nyaman tanpa perlu dilanda peristiwa banjir. Dia pun meminta Pemkot Tangerang untuk menuntaskan pembangunan turap ini.
“Memang korban secara materi banyak, pada pindah, sangat disayangkan kalau kontribusi dari pemerintah tidak ada,” katanya.
“Saya berharap pemerintah untuk segera menyelesaikan proyek tersebut, sudah berjalan sebagian tapi ada persoalan ada tanah belum dibayar lah, kita kan permasalahannya kenapa setengah-setengah,” pungkasnya. (made)
























