SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat, ada sembilan kecamatan rawan banjir. Masyarakat yang tinggal di sembilan kecamatan itu, diminta waspada karena dampak banjir cukup besar.
Sembilan kecamatan itu yakni, Kecamatan Angsana yang tersebar di lima desa, dengan radius atau luasan banjir sampai seribu hektare.
Lalu, Kecamatan Cikeusik, tersebar di 13 desa dengan luasan banjir sekira 4.769 hektare. Kecamatan Munjul, tersebar di empat desa dengan luasan banjir sekira 327 hektare.
Kemudian, Kecamatan Pagelaran tersebar di 13 desa dengan luasan banjir mencapai 3.202 hektare. Kecamatan Panimbang, tersebar di enam desa dengan luasan banjir mencapai 5.397 hektare,
Selanjutnya, Kecamatan Patia tersebar di delapan desa dengan luasan banjir mencapai 3.178 hektare. Kecamatan Saketi, tersebar di tiga desa dengan luasan banjir mencapai 765 hektare.
Kecamatan Sukaresmi, tersebar di sembilan desa dengan luasan mencapai 4.172 hektare. Serta Kecamatan Sobang, tersebar di delapan desa dengan luasan banjir mencapai 2.640 hektare.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, ada sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang masuk dalam kategori rawan banjir.
Hal itu terjadi, karena wilayah tersebut dialiri beberapa aliran sungai dan kondisi air selalu meluap apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Secara keseluruhan ada sembilan kecamatan yang rawan banjir. Setiap turun hujan lebat atau dengan intensitas tinggi, wilayah itu pasti terkena dampak banjir, mulai dari rumah hingga jalan terendam air,” katanya, Selasa (12/11/2024).
Nana mengatakan, terkait potensi tersebut, pihaknya sudah membuat surat edaran dan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada.
Mengingat, saat ini susah mulai memasuki musim penghujan dan beberapa daerah di Pandeglang sudah mulai terkena dampak banjir.
“Kita sudah buat surat edaran dan imbauan, kepada masyarakat terkait potensi banjir yang ada. Kita juga sudah menyiapkan personel untuk bertindak cepat ketika terjadi banjir di Pandeglang,” pungkasnya.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira mengatakan, pihaknya sudah melalukan pemetaan lokasi rawan banjir di Pandeglang.
Pihaknya juga, sudah menginstruksikan kepada semua relawan dan anggota agar bertindak cepat ketika terjadi banjir di Kabupaten Pandeglang.
“Selain personel, kita juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait mengenai penanganan bencana banjir. Bahkan, kami juga sudah mempersiapkan bantuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir,” imbuhnya. (adib)
