SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat dari 72 gedung puskesmas pembantu, hanya 21 yang dalam kondisinya baik. Sisanya rusak ringan hingga rusak berat sehingga tidak bisa dipergunakan untuk melayani kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Endang Komarudin mengatakan, pustu diharapkan bisa terbangun di 345 desa dan kelurahan, sehingga bisa mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Yang ada saat ini 73 pustu. Tetapi tidak semua bisa memberikan pelayanan kesehatan karena kondisinya tidak memadai,” kata Endang, Minggu (24/11).
Endang menambahkan, dari 73 pustu hanya 21 pustu yang dalam kondisi baik. Sisanya, 11 pustu rusak ringan, 15 rusak sedang dan 26 rusak berat. Kehadiran pustu untuk mendukung aktivitas posyandu, imunisasi, penyuluhan kesehatan, surveilans, dan pemberdayaan masyarakat. “Yang rusak berat tidak aktif karena sudah tidak bisa digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan,” terang Endang.
Kendati demikian Pemerintah Kabupaten Lebak akan secara bertahap melakukan perbaikan terhadap gedung-gedung pustu sebagai upaya memberikan kemudahan terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Secara bertahap kita harapkan seluruh desa bisa memiliki pustu. Setelah terbangun tentunya juga harus didukung dengan tenaga kesehatan perawat dan bidan. Jadi tenaga kesehatannya juga harus disiapkan,” katanya.
Baca Juga: 10 Pejabat Dinkes dan Puskesmas di Lebak Diperiksa Kejaksaan
Puskesmas pembantu sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Terutama seperti Kabupaten Lebak. Dengan kondisi luas wilayah, keberadaan pustu diharapkan mempermudah masyarakat di pedesaan yang jaraknya jauh dari fasilitas kesehatan puskesmas.
Seperti kasus yang belum lama ini viral di media sosial. Warga menandu ibu yang baru melahirkan yang akak dibawa ke fasilitas kesehatan. Namun karena kondisi jalan yang rusak serta fasilitas kesehatan yang jauh membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu yang ditandu bernama Teti Rohayati warga Kampung Nagahurif, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah. Kejadian itu terjadi Kamis 21 November 2024. Warga Cidikit ini merupakan ibu yang baru melahirkan di rumahnya. Namun, karena kondisi sang ibu lemah akibat pendarahan keluarga dibantu warga lainnya sepakat membawanya ke fasilitas kesehatan di Kecamatan Bayah dengan melintas jalan tanah di kelilingi perbukitan. (mulyana)
























