SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak mulai mengusut dugaan persoalan dalam kegiatan pelatihan teknis penyusunan dan penilaian kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang digelar di luar daerah pada Juli 2025 lalu. Sedikitnya 10 orang pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pegawai Puskesmas telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik.
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah kejaksaan menerima laporan pengaduan (Lapdu) dari masyarakat terkait kegiatan tersebut. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebak, Agung Malik Rahman Hakim, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan tersebut.
“Benar, sementara ini ada sepuluh orang, terdiri dari pejabat di Dinas Kesehatan dan pegawai Puskesmas yang kami panggil dan dimintai keterangannya berkaitan kegiatan tersebut,” kata Agung kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pemeriksaan masih berada pada tahap pengumpulan bahan dan keterangan. Kejaksaan belum menyimpulkan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Tentu karena ada lapdu yang kemudian kami tindak lanjuti, apakah benar ada indikasi masalah atau penyimpangan masih kita meminta keterangan dan klarifikasi kepada pihak-pihak tersebut,” ujarnya.
Agung menerangkan, kegiatan pelatihan teknis penyusunan dan penilaian kinerja BLUD tersebut diikuti peserta dari 32 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Lebak. Karena pemeriksaan juga berkaitan dengan penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran kegiatan, kejaksaan turut meminta keterangan dari pihak yang mengetahui langsung proses administrasi keuangan di masing-masing Puskesmas.
“Karena ini berkaitan dengan SPJ (surat pertanggungjawaban), maka kami meminta keterangan langsung dari masing-masing bendahara Puskesmas,” katanya.
Baca Juga: Musim Kemarau, Waspada ISPA hingga DBD Mengintai Lebak
Kejari Lebak masih mendalami keterangan dari para pihak yang dipanggil. Pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bahan bagi kejaksaan untuk menentukan apakah terdapat persoalan dalam pelaksanaan kegiatan sebagaimana dilaporkan masyarakat “Intinya selain sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi, kita juga masih mendalami apakah terdapat persoalan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” pungkasnya.(mulyana)




















