SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Satu pelajar yang berstatus buronan atau masuk ke daftar pencarian orang (DPO) atas kasus tawuran di wilayah Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren belum tertangkap. Tawuran yang berlangsung pada 11 Oktober 2024 lalu tersebut menewaskan satu korban.
MEQ (15) tewas akibat mengalami luka yang disebabkan dari senjata tajam di bagian tangan dan paha. Selain korban meninggal dunia, tiga pelajar lainnya juga mengalami luka-luka akibat senjata tajam dalam insiden tawuran tersebut.
Kasie Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Muhammad Agil tidak memberikan komentarnya ketika ditanya perkembangan kasus yang sudah berlangsung selama satu bulan lebih itu. “Nanti ya kita update,” singkatnya saat dikonfirmasi, Minggu (24/11).
Sebelumnya, Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dalam waktu satu minggu. Namun, rupanya Polres Tangerang Selatan kesulitan untuk menangkap DPO tersebut. Hal itu disampaikan Victor pada Kamis (24/10) lalu.
“Delapannya itu sudah kita amankan, diduga sebagai pelaku atau yang turut melakukan. Kami masih mengejar ada satu orang pelaku. Yang jelas, yang terjadi di Pondok Aren kita sudah mengamankan beberapa pelaku, masih bekerja, belum tuntas masih bekerja. Kemudian kita akan menyampaikan rilis ini paling lambat minggu depan,” ujar Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Kamis (24/10).
Dalam tawuran pelajar itu, setidaknya ada delapan orang yang ditangkap. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka (TSK), sementara tujuh lainnya merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Sebagai informasi, peristiwa tragis tersebut bermula dari bentrokan antar kelompok pelajar di sekitar Gang H Joan, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren. Menurut keterangan saksi, korban sempat dikejar oleh gerombolan pelajar yang menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya jatuh dan ditinggalkan oleh temannya di lokasi kejadian.
“Saat kejadian, korban dibonceng temannya dan sempat jatuh dua kali saat dikejar oleh kelompok pelajar lainnya. Setelah terjatuh di dekat Gang H Joan, korban ditinggalkan dan ditemukan dengan luka parah di bagian tangan dan paha. Korban meninggal dunia di lokasi akibat kehabisan darah,” ujar saksi mata, Muhamad Irfan. (eko)
























