SATELITNEWS.COM, SERANG – Harga cabai di pasar tradisonal yang ada di Kabupaten Serang, anjlok hingga mencapai Rp20.000 per kilogram. Penyebabnya, pasokan kebutuhan pokok tersebut melimpah di pasaran.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, anjloknya harga cabai sudah terjadi sejak satu bulan lalu. penyebabnya stok yang melimpah di pasaran.
“Pada musim hujan seperti sekarang ini, biasanya kenaikan dirasakan di harga cabai, bahkan rawan hujan itu biasanya distribusi susah, panen gagal dan harganya bisa mencapai Rp80.000. Tapi sekarang, harganya justru anjlok Rp20 ribu per kilogram,” ujar Titi, Senin (25/11/2024).
Kemudian untuk harga kebutuhan pokok lainnya, menurut Titi ada juga yang mengalami kenaikan, diantaranya harga beras SPHP Bulog dari sebelumnya Rp10.500 menjadi Rp12.500.
“Tapi kenaikan harganya masih normal. Kemudian minyak kita Rp15.000, sedangkan harga eceran tertinggi Rp14.000, selanjutnya harga gula dari sebelumnya Rp16.000 per kilogram menjadi Rp18.000,” ujarnya.
Kata Titi, meskipun harga kebutuhan pokok tersebut masih normal bahkan anjlok, menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) pihaknya akan melaksanakan bazar murah dan operasi pasar pada awal Desember antara tanggal 4 dan tanggal 5.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
“Untuk titiknya kami masih menunggu arahan dari pimpinan. Tapi sebelumnya kami melaksanakan di Kecamatan Kragilan dan Kecamatan Cikande,” tuturnya.
Titi pun memastikan, stok kebutuhan pokok di pasar – pasar tradisional menjelang libur Nataru aman. Ia manyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan kebutuhan pokok terjadi kelangkaan. (sidik)
























