SATELITNEWS.COM, LEBAK–Di tengah rapat paripurna penetapan Hasbi-Amir sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak terpilih hasil pilkada 2024 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten, Senin (20/1/2025), interupsi kritikan jalan rusak menuju objek wisata Baduy disampaikan oleh salah satu anggota Fraksi Golkar, Sarkiman.
Dari beberapa yang disampaikan politisi Golkar itu, salah satunya tentang jalan menuju objek wisata Baduy yang sudah lama rusak dan belum diperbiki. Selain itu selama ini jalan tersebut kerap diperbaiki oleh swadaya masyarakat.
“Jalan Leuwidamar lintas Ciboleger, ini jalan menuju objek wisata Baduy, wisata Baduy bukan terkenal hanya nasional tapi internasional tapi jalannya sangat rusak, hancur. Bahkan beberapa tahu diperbaiki secara swadaya masyarakat. Jadi kepada bapak Hasbi-Amir di mohon untuk memperbaiki jalan tersebut,” ucapnya Sarkiman.
Usai acara tersebut, Sarkiman yang ditemui di ruang Fraksi Golkar mengaku lupa panjang dan kedalaman kerusakan jalan tersebut. Namun dirinya menegaskan jalan menuju baduy rusak dan sudah berangsur lama, hingga membuat warga di sejumlah kampung patungan untuk membeli batu guna menambal jalan yang rusak.
“Itu jalannya sudah rusak, bahkan beberapa kampung pada patungan beli batu untuk meratakannya,” ujar anggota DPRD Lebak Dapil 3 ini.
“Itu titiknya dari simpang arah Ciboleger itu sebagian itu kan udah diperbaiki baru 50-50 persen begitupun ke arah Leuwidamar, itu juga sudah ada yang diperbaiki tapi baru separuh. Intinya belum maksimal,”
Menanggapi kritikan Sarkiman yang disampaikan saat rapat paripurna penetapan Bupati-Wakil Bupati Lebak terpilih, anggota Fraksi Golkar lainnya, Muamar Adiprasetia bicara apa yang disampaikan koleganya tersebut merupakan sebagai aspirasi membangun.
“Poinnya yang dikritisi Pak Sarkiman ini akses jalan kesana (ke Baduy). Beliau sebagai putra daerah yang lahir dan besar di lingkungan setempat. Melihat potensi yang cukup besar (wisata Baduy). Yang kedua Baduy itu desa adat ada beberapa anggaran yang tidak bisa diserap oleh Pemerintah Desa Baduy, karena di lingkungan Pemdes Baduy ada aturan-aturan ada yang tidak bisa dipaksakana pembangunan,” kata Muamar.
“Kebetulan Pak Sarkiman ini juga sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah, jadi sebagai anggota DPRD yang ditempatkan disana berupaya bersuara bagaimana adanya aturan yang bisa sinergi, selaras antaran pemerintah daerah dengan pemdes tersebu,” Muamar menjelaskan maksud tujuan Sarkiman.
Bupati Lebak terpilih Hasbi yang enggan mau diwawancara lebih luas hanya menegaskan, pembangunan di Lebak butuh sinergitas dan dirinya berjanji akan mewujudkan pembangunan sesuai visi-misinya.
“Untuk pembangunan di Kabupaten Lebak, perlu sinergitas antara pemerintah eksekutif bersama DPRD Lebak sebagai Legislatif. Insya Allah mimipi-mimpi besar ini akan kita wujudkan bersama-sama sesuai dengan visi-misi bupati mewujudkan Lebak Ruhay,” singkatnya seraya langsung meninggalkan kerumunan wartawan.(mulyana)