SATELITNEWS.COM, LEBAK—Petani cabai di Kabupaten Lebak mengeluhkan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir. Sebab, guyuran hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu cukup lama membuat tanaman mereka mati hingga berdampak gagal panen.
Seperti dirasakan petani cabai asal Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur bernama Roup Arta. Dirinya mengaku memanen panen dalam kondisi tidak seratus persen bagus karena banyak yang mengalami busuk. “Banyak yang busuk bahkan sebagian batangnya mati,” kata Roup, Rabu (22/1/2025).
Pria berusia 43 tahun ini menuturkan, lahan cabai hijau keriting yang ditanamnya seluas 5.000 meter persegi itu kini dipastikan akan merugi karena hasil panennya tak maksimal setelah tanaman miliknya diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin yang terus menerus. Roup yang biasa menjual hasil panennya dengan omzet yang besar kali ini harus merasakan penurunan omzet.
“Kalau cuaca normal biasanya mencapai mencapai 4 ton, kalau sekarang yang dibarengi cuaca ekstrem kita paling mendapatkan hasil panen 7 kuintal kita jual dengan harga Rp 40 ribu. Walaupun harga di pasar tradisional cukup mahal, Roup mengaku tidak kaget. Sebab, ketika para petani gagal panen yang berdampak pada kelangkaan pasokan harga dipastikan naik.”Dari petani juga kalau kondisi gagal panen harga pasti naik,” imbuhnya.
Di sisi lain, Roup juga berharap pemerintah bisa mempermudah para petani untuk mendapatkan pupuk. Sebab, saat ini dirinya kerap disulitkan mendapatkan pupuk bersubsidi. “Ya permudah saja, cukup pakai KTP jangan harus masuk kelompok-kelompok. Karena banyak juga petani kecil khususnya itu tidak masuk kelompok tani, yang artinya mereka itu susah mendapatkan pupuk bersubsidi,” tandasnya.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Pasar Rangkasbitung, Meti mengatakan untuk saat ini harga cabai keriting hijau dijual Rp80 ribu. Harga tersebut mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp60 ribu. “Kalau kita kan gak tahu ya kenaikannya itu dari mana, yang jelas ketika cuaca ekstrem melanda harga kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur seperti cabai tomat itu pasti mengalami kenaikan harga, baik itu dari petani maupun dari distributornya,” pungkasnya.(mulyana)
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
























