SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Komisi IV DPRD Kota Tangerang kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung SMPN 34, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu (22/1/2025). Dalam tinjauannya, wakil rakyat itu menemukan ratusan meubeler alat belajar sekolah rusak.
Temuan kondisi bangunan sekolah itu terjadi saat Pemerintah Kota Tangerang melakukan kegiatan safari pembangunan tahun anggaran 2024. Pantauan di lokasi, bangunan sekolah nampak belum rapi. Sejumlah kayu serta paku terlihat berserakan sehingga bisa membahayakan para siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Selain itu, ditemukan titik atap di lantai 2 yang bocor sehingga lantai menjadi tergenang.
Kemudian, dewan juga menemukan ratusan meubeler yang tersimpan di sebuah ruangan dalam kondisi rusak. Padahal perlengkapan tersebut diketahui baru dibeli 6 bulan lalu. Salah satu siswa kelas VII, Liviana mengaku tidak nyaman saat kegiatan belajar berlangsung. Pasalnya, bangku yang ia dan siswa lainnya duduki goyang dan mejanya pun rusak terkelupas. “Sudah sebulan yang lalu, bangkunya banyak yang rusak dan mejanya juga terkelupas,”ucapnya.
Bahkan kata dia, bangku yang ringkih itu membuat sejumlah siswa terjatuh lantaran kaki bangku di sekolah tersebut patah. “Teman-teman saya pernah ada yang jatuh karena bangkunya patah,”katanya.
Juru Bicara Komisi lV, Apanudin mengatakan, seharusnya target pembangunan gedung SMPN 34 itu sudah rampung pada akhir tahun 2024. Namun kenyataannya, pembangunan yang dimulai sejak tahun 2023 itu masih belum beres. “Pembangunan SMP 34 Pinang ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat di sektor pendidikan. Seharusnya target 2024 ini sudah kelar tapi kenyataanya kita lihat seperti ini, terbengkalai,” ungkapnya.
Padahal, DPRD Kota Tangerang telah menganggarkan dua kali yakni tahun anggaran 2023 dan 2024. Namun kenyataanya, saat ini hanya 11 ruangan saja yang rampung, yang sudah digunakan untuk para siswa dan guru. “Kenyataannya kita lihat, yang bisa kita pakai dari sekian kelas itu, hanya 7 kelas yang telah dipakai siswa dan 4 ruangan guru,”ucapnya. “Ini kan tidak jelas (Dinas) Perkimnya. PBJ (pengadaan barang dan jasa)-nya juga menjadi catatan untuk kita,”katanya.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa
Padahal, HPS anggaran yang dikeluarkan pun terbilang besar dengan nilai Rp16 miliar, lalu turun sekitar 27 persen menjadi sekitar Rp13 miliar yang kemudian diberikan kepada pemenang tender yakni PT Somba Hasbo.
“Jadi kami berharap Pemkot Tangerang lebih selektif lagi dalam memilih pelaksana, cek dulu company profilenya itu apakah layak atau tidak. Jangan pilih yang paling murah tapi malah pembangunannya terbengkalai seperti ini,”tegasnya. Selain pembangunan, kata pria yang akrab disapa Jalu ini, pihaknya juga menemukan ratusan meubeler dengan kondisi rusak. Serta atap bangunan yang bocor.
Sementara Kepala Bidang Bangunan Disperkimtan Kota Tangerang, Fakri Wahyudi mengatakan pihaknya berjanji bahwa masukan-masukan yang diberikan DPRD Kota Tangerang akan dievaluasi agar kedepannya pembangunan SMPN 34 segera rampung.
“Harusnya tahun ini selesai, tapi kenyataanya seperti ini, baru 46 persen. Tapi Februari 2025 ini kita akan lanjutkan, mudah-mudahan bulan Juli bisa digunakan oleh sekolah,”katanya. “Kita juga sudah putus kontrak dengan pihak pelaksana dan mereka sudah masuk daftar hitam. Nanti kita akan lelang lagi untuk pembangunan selanjutnya,”pungkasnya. (hafiz)
























