SATELITNEWS.COM, SERANG – Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, yang beralamat di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, membangun dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri.
Peletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan dapur MBG tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen Purnawirawan Suwardi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Bupati Serang terpilih Ratu Rachmatu Zakiyah, yang juga sebagai pemilik Pondok Pesantren beserta jajaran, Minggu (2/2/2025).
Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen Purnawirawan Suwardi mengatakan, pembangunan SPPG ini sangat luar biasa, karena merupakan partisipasi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.
Untuk membangun manusia generasi penerus Banten, sehingga di tahun 2045 menjadi generasi emas.
“Kita jangan bawa menterinya, ini beliau (Yandri Susanto) membangun (SPPG) khusus Banten,” kata Suwardi, Minggu (2/2/2025).
Brigjen Purnawirawan Suwardi menuturkan, SPPG ini paling cepat pada April 2025 ini sudah bisa beroperasi. Adapun kapasitas satu bangunan SPPG atau dapur MBG tersebut, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 3000 penerima manfaat.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
“Kebetulan disini hybrid yah, ada pesantren, ada SD umum,” tuturnya.
Sementara, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (MendesPDT) yang juga pemilik Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Yandri Susanto mengatakan, pembangunan SPPG ini merupakan sebagai contoh awal bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Sebab se-Indonesia dibutuhkan sebanyak 30.000 dapur MBG.
“Kami dari Kemendes, memang sudah kerjasama sangat luar biasa dengan BGN, kebetulan saya tinggal di Serang sekaligus tinggal di Pondok, nah ini sekaligus kami memberikan contoh awal bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.
Yandri menargetkan, pembangunan SPPG di Ponpes miliknya selesai dalam kurun waktu satu sampai dua bulan, lengkap sesuai dengan standar BGN.
SPPG ini dibangun, diatas lahan seluas 20 meter persegi dikali 20 meter persegi. Kemudian, lapangan parkir sangat cukup dan akses keluar masuk juga sangat bagus.
Adapun untuk anggaran pembangunan SPPG, kata Yandri, bersumber dari dana yayasan Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun. Total biaya yang dikeluarkan, diperkirakan mencapai Rp1,5 Miliar.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
“Jadi nanti BGN yang sewa, ini enggak ada dana dari Kemendes atau BGN, ini murni dari yayasan, mungkin ini provit sharing, sifatnya membantu,” tuturnya.
Terkait dengan peran Kemendes dalam program MBG, Yandri mengungkapkan, pihaknya akan lebih konsen pada penyediaan bahan baku seperti Padi, Jagung, Ikan Telor, Cabai dan lain sebagainya, dengan desa tematik melalui dana ketahanan pangan dari Dana Desa sebesar 20 persen, atau sekurang kurangnya Rp16 Triliun.
“Jadi dari Rp71 Triliun, minimal Rp16 Triliun untuk ketahanan pangan, untuk menyiapkan bahan baku makan bergizi,” pungkasnya. (sidik)
























